13 Kader IPM Temanggung Tebar Semangat “Migunani lan Ngayomi, Tur Duwe Budaya” di Musywil IPM Jawa Tengah 2026
KARANGANYAR – Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah 2026 menjadi momentum berharga bagi kader-kader pelajar Muhammadiyah untuk memperkuat silaturahmi, memperluas wawasan organisasi, sekaligus meneguhkan komitmen dalam menggerakkan IPM yang berkemajuan. Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Juli 2026 di Kabupaten Karanganyar tersebut diikuti oleh ratusan kader IPM dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi IPM tingkat wilayah yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, Musywil menjadi ajang evaluasi perjalanan organisasi, penyusunan arah gerakan untuk periode berikutnya, sekaligus memilih kepengurusan baru Pimpinan Wilayah IPM Jawa Tengah.
Dalam agenda tersebut, Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Temanggung turut mengirimkan delegasinya bersama kader dari Pimpinan Cabang IPM Pondok Pesantren Almatera Putra dan Almatera Putri. Sebanyak 13 kader diberangkatkan dari Temanggung menuju Karanganyar dengan semangat belajar, berjuang, dan bergembira.
Delegasi dari PD IPM Kabupaten Temanggung terdiri atas Ketua Umum Muhammad Istajid, Bendahara I Reva Yusgiyanti, Ketua Bidang Organisasi Diah, Ketua Bidang Advokasi Fathurrohman, Sekretaris Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Nafida, Sekretaris Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) Nasa, serta Anggota Bidang Perkaderan Yusuf. Sementara enam peserta lainnya berasal dari PC IPM Pondok Pesantren Almatera Putra dan Almatera Putri.
Pada Musywil kali ini, Kabupaten Temanggung tergabung dalam Karesidenan Kedu. Seluruh kader dari wilayah Kedu hadir membawa identitas dan semangat yang sama melalui slogan “Migunani lan Ngayomi, Tur Duwe Budaya.” Slogan tersebut menjadi representasi nilai yang dipegang oleh kader-kader Kedu, yakni menjadi pelajar yang bermanfaat bagi sesama, mampu mengayomi lingkungan sekitar, serta tetap menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah perjuangan.
Selama empat hari pelaksanaan Musywil, para peserta mengikuti berbagai agenda organisasi yang berlangsung dinamis. Forum persidangan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru demi kemajuan IPM Jawa Tengah. Berbagai aspirasi, ide, serta pandangan dari kader seluruh daerah dipadukan melalui musyawarah yang demokratis untuk menentukan arah organisasi dua tahun ke depan.
Musywil IPM Jawa Tengah 2026 juga menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya kepengurusan baru Pimpinan Wilayah IPM Jawa Tengah. Regenerasi kepemimpinan tersebut menjadi tonggak penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan pelajar Muhammadiyah agar terus relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menjawab tantangan generasi muda masa kini.
Namun, bagi kontingen Temanggung, Musywil bukan hanya tentang sidang dan pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Setiap forum, setiap diskusi, dan setiap pertemuan menghadirkan pengalaman baru yang memperkaya cara pandang para kader terhadap organisasi.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah kesempatan bertemu secara langsung dengan jajaran Ketua, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum (KSB) Pimpinan Pusat IPM. Kontingen Temanggung berkesempatan bersilaturahmi dengan Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram, Sekretaris Jenderal PP IPM Tsabita Ikrima Al Arify, serta Bendahara Umum PP IPM Rizki Anugrah Robby.
Pertemuan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus sumber motivasi bagi para kader Temanggung. Melalui interaksi langsung dengan pimpinan organisasi tingkat nasional, mereka memperoleh banyak inspirasi mengenai pentingnya menjaga semangat kaderisasi, membangun kepemimpinan yang melayani, serta menghadirkan gerakan IPM yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Musywil juga menjadi tempat bertemunya kader-kader terbaik dari seluruh Jawa Tengah. Berbagai pengalaman organisasi dibagikan, mulai dari strategi perkaderan, pengembangan organisasi, hingga inovasi program yang telah dijalankan di masing-masing daerah. Suasana penuh keakraban membuat perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling belajar dan saling menginspirasi.
Bagi kontingen Temanggung, perjalanan menuju Karanganyar bukan sekadar perjalanan menghadiri sebuah forum organisasi. Perjalanan tersebut menjadi proses pembelajaran yang membangun karakter. Kebersamaan selama perjalanan, saling membantu ketika menghadapi berbagai kebutuhan kegiatan, berbagi cerita, berdiskusi hingga larut malam, serta saling menguatkan ketika lelah menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.
Momen-momen sederhana itu justru memperlihatkan makna sejati dari sebuah organisasi. IPM bukan hanya tempat menjalankan program kerja atau menyelenggarakan rapat. Lebih dari itu, IPM adalah rumah tempat setiap kader belajar menjadi pribadi yang lebih baik, saling mendukung, dan bertumbuh bersama.
Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Tawa, semangat, kerja sama, hingga tantangan yang dihadapi bersama semakin mempererat hubungan antarkader Temanggung maupun dengan kader dari berbagai daerah lainnya. Nilai-nilai persaudaraan inilah yang menjadi bekal penting untuk terus menghidupkan gerakan IPM di daerah masing-masing.
Semangat “Migunani lan Ngayomi, Tur Duwe Budaya” tidak berhenti sebagai slogan Karesidenan Kedu selama Musywil berlangsung. Semangat tersebut menjadi komitmen yang akan terus dibawa pulang oleh para kader Temanggung dalam menjalankan roda organisasi. Menjadi kader yang memberi manfaat, mampu mengayomi sesama, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui karya nyata.
Keikutsertaan dalam Musywil IPM Jawa Tengah 2026 diharapkan menjadi bekal bagi PD IPM Kabupaten Temanggung untuk menghadirkan inovasi, memperkuat kaderisasi, serta memperluas kolaborasi dalam membangun gerakan pelajar Muhammadiyah yang semakin maju dan berdaya saing.
Pada akhirnya, Musyawarah Wilayah bukan hanya tentang memilih pemimpin baru atau menyusun program kerja. Musywil adalah ruang bertemunya gagasan, lahirnya persaudaraan, serta tumbuhnya semangat pengabdian yang akan terus hidup di hati setiap kader.
Empat hari di Karanganyar telah mengajarkan satu hal yang sangat berharga bagi kontingen Temanggung: IPM bukan sekadar organisasi, melainkan keluarga. Di dalamnya, setiap kader belajar berjalan bersama dalam suka maupun duka, saling menguatkan dalam perjuangan, serta terus melangkah membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan.
Dengan semangat baru, pengalaman yang semakin luas, dan motivasi yang terus bertumbuh, kontingen Kabupaten Temanggung optimistis dapat mengimplementasikan hasil-hasil pembelajaran dari Musywil untuk memperkuat gerakan IPM di daerah. Sebagaimana semangat yang diusung Karesidenan Kedu, mereka siap menjadi kader yang migunani, mampu ngayomi, dan tetap duwe budaya dalam setiap langkah pengabdian.












