*Semarak Hari Ber-Muhammadiyah Ngadirejo Ke-24 di “Ranting Atas Awan”: Momentum Persatuan Umat Global melalui KHGT dan Penguatan Akar Rumput*
Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti area Masjid Al-I’tisham Muhammadiyah Katekan, Kecamatan Ngadirejo, pada Ahad Pahing (25/01/2026). Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngadirejo menggelar perhelatan Hari Ber-Muhammadiyah (HBM) ke-24 yang dipusatkan di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Katekan—sebuah wilayah yang dikenal dengan julukan “Ranting Atas Awan” karena letak geografisnya di ketinggian 1300 mndiatas permukaan laut. Salah satu desa di paling ujung barat Kecamatan Ngadirejo Temanggung.
Acara yang berlangsung sejak pukul 05.30 hingga 10.00 WIB ini dihadiri lebih dari 1.000 jamaah.
*Keajaiban cuaca menjadi sorotan;* setelah dua hari sebelumnya wilayah Ngadirejo diguyur hujan deras dan angin kencang, pada hari pelaksanaan langit nampak cerah benderang. Jamaah meyakini hal ini sebagai berkah dan rahmat Allah SWT yang memayungi jalan dakwah Islam melalui Muhammadiyah.
*KHGT dan Tiga Pilar Dakwah*
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., hadir langsung sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti dua poin krusial bagi warga persyarikatan.
*Pertama, mengenai implementasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).*
Beliau menegaskan bahwa KHGT adalah ikhtiar nyata Muhammadiyah untuk menyatukan umat Islam sedunia dalam penentuan awal bulan Hijriyah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. “Ini adalah solusi peradaban agar tidak ada lagi perbedaan memulai ibadah di tengah umat Islam dunia,” tegasnya.
*Kedua*, KH. Tafsir membedah tiga esensi penguat dakwah:
* *Jama’ah:* Soliditas anggota dan simpatisan dari pusat hingga ranting.
* *Jam’iyyah:* Kepemimpinan kolektif kolegial yang menjadi mesin penggerak organisasi.
* *Jariyah:* Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sebagai buah amal salih yang harus dikelola secara profesional, amanah, dan akuntabel.
*Apresiasi Sejarah PCM Ngadirejo Award*
Momentum HBM ke-24 ini juga ditandai dengan peluncuran PCM Ngadirejo Award. Penghargaan berupa piagam diberikan kepada para pendiri PRM Katekan dan para Ketua PRM dari masa ke masa yang telah wafat, yang diterima langsung oleh para ahli waris.
Langkah ini dimulai dari Ranting Katekan sebagai _pilot project_ dan akan dilanjutkan di ranting-ranting lain yang menjadi tuan rumah HBM berikutnya. Tujuannya jelas: merawat memori kolektif, memperkuat silaturahmi, dan membangun sinergi antara generasi penerus dengan keluarga para perintis dakwah.
*Manfaat Nyata : Kesehatan hingga Ekonomi*
Tidak hanya pengajian, acara ini menghadirkan kemanfaatan multi-sektor:
*1. Layanan Kesehatan:*
RS PKU Muhammadiyah Temanggung membuka pemeriksaan dan pemberian obat gratis yang didominasi oleh jamaah lansia.
*2.Ekonomi Rakyat:* Bazaar UMKM oleh Majelis Ekonomi PCA Ngadirejo berhasil membukukan omzet jutaan rupiah, menjadi motor penggerak ekonomi warga.
*3.Pendidikan:* Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan secara masif oleh seluruh AUM Pendidikan se-Cabang Ngadirejo
*4. Kehadiran Tokoh dan Kader Muhammadiyah*
Acara ini turut dihadiri oleh salah satu tokoh PDM Temanggung, Drs. KH. Asy’ari Muhadi, MA., Kepala Desa Katekan, serta sejumlah tokoh penting yang juga kader Muhammadiyah di jajaran Pemkab Temanggung, di antaranya Samsul Hadi, S.Sos, MM. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Temanggung dari Fraksi PAN, H. Erda Wahyudi, SE.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Muhammadiyah di tingkat ranting tetap menjadi ujung tombak yang dinamis, mampu menyatukan elemen spiritual, sosial, dan ekonomi dalam satu tarikan napas dakwah.












