Berita

30 Ribu Peserta Padati Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu di Magelang

101
×

30 Ribu Peserta Padati Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu di Magelang

Sebarkan artikel ini

30 Ribu Peserta Padati Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu di Magelang

Magelang, 19 April 2026 — Kegiatan Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu yang digelar di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (19/4/2026), berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sekitar 30 ribu peserta dari berbagai daerah hadir memadati lokasi, dengan lebih dari 4 ribu di antaranya berasal dari Kabupaten Temanggung.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Magelang dan diikuti oleh warga ‘Aisyiyah dari wilayah Karesidenan Kedu. Adapun wilayah Karesidenan Kedu meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purworejo.

Mengusung tema “Wisata Dakwah Wujudkan Perempuan Berkemajuan dalam Menebar Rahmat bagi Negeri,” kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi akbar sekaligus penguatan peran perempuan dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wakil Bupati Magelang H. Sahid, Ketua PDM Kabupaten Magelang Muhammad Nasirudin, M.A., serta jajaran pimpinan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Kedu.

Ketua PDA Kabupaten Magelang, Dra. Nida ul Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan dakwah perempuan ‘Aisyiyah yang berkemajuan dan berdaya saing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen perempuan ‘Aisyiyah dalam menebar manfaat bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya peran strategis perempuan dalam membangun peradaban Islam yang maju dan berkeadaban. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas keimanan, keilmuan, dan kontribusi sosial.

Rangkaian acara diisi dengan kajian keislaman, silaturahmi antar daerah, serta kegiatan kebersamaan yang mempererat ukhuwah Islamiyah. Sejak pagi hari, peserta tampak memadati lokasi dengan penuh semangat, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan dakwah ini.

Dengan jumlah peserta yang besar dan keterlibatan lintas daerah, kegiatan ini menjadi salah satu agenda dakwah ‘Aisyiyah terbesar di wilayah Karesidenan Kedu. Diharapkan, semangat yang terbangun dalam kegiatan ini dapat terus berlanjut dalam bentuk aksi nyata di masing-masing daerah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Komentar