Fortasi 2026 Resmi Dibuka, Ponpes Al-Mukmin Muhammadiyah Siapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
TEMANGGUNG – Pondok Pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah resmi membuka Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Mengusung tema “The Home of Future Leader”, kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini menjadi langkah awal membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat bermuhammadiyah bagi para santri baru.
Fortasi berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026, bertempat di Aula Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kampus 2 Pondok Pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah. Sebanyak 45 santri baru dari jenjang MTs, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti kegiatan sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan pondok dan sekolah.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala MTs Ustaz Toriqul Ula, S.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Temanggung Azzam Abdullah Kahfi, serta jajaran asatiz dan ustazah Pondok Pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah. Sementara itu, Mudirul Ma’had Ustaz Ja’far Shodiq, Lc., Kepala Kepegasuhan Ustaz Anta Zuda, S.Pd., Kepala MA Ustaz Khamid, dan Kepala SMK Ustaz Ahmad Arkom, S.Psi., diwakili oleh delegasi masing-masing.
Ketua Panitia Fortasi, Syamil Basayef, menjelaskan bahwa Fortasi tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pengenalan lingkungan pesantren, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat berorganisasi bagi para santri.
“Kami mengombinasikan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, gim edukatif, hingga aktivitas fisik seperti senam dan jalan sehat agar proses orientasi berlangsung menyenangkan sekaligus bermakna,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Fortasi, peserta mendapatkan berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter dan wawasan keislaman. Materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan disampaikan oleh Drs. H. Makmun Pitoyo, M.Pd., sedangkan sejarah perkembangan Pondok Pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah dipaparkan oleh Ustaz Khamid. Sementara itu, sistem kehidupan dan tata kelola pesantren dijelaskan oleh Ustaz Agung Budiarto, S.Pd.
Pengenalan organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) disampaikan oleh Ihyaul Jihadil Falestin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Fortasi. Melalui sesi tersebut, para santri diperkenalkan dengan peran IPM sebagai wadah kaderisasi, kepemimpinan, serta pengembangan potensi pelajar Muhammadiyah.
Sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, panitia turut menghadirkan personel dari Polsek Tembarak untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying) serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan pesantren.
Rangkaian Fortasi akan ditutup dengan kegiatan outbound di kawasan wisata Embung Kledung pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, ketahanan fisik, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai permainan edukatif dan aktivitas kelompok.
Melalui Fortasi 2026, Pondok Pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah berharap para santri baru mampu beradaptasi dengan kehidupan pesantren, memahami nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, dan siap memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan.












