AKMT Perkuat Sinergi dengan Guru BK Lewat Laboratory Tour, Kenalkan Pendidikan Kesehatan Berbasis Kompetensi kepada 35 Sekolah
Temanggung – Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kemitraan dengan para guru Bimbingan dan Konseling (BK) melalui kegiatan Pertemuan Guru BK dan Laboratory Tour yang diikuti oleh 35 guru BK SMA/SMK sederajat dari Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo di Kampus C AKMT, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum edukasi bagi para guru BK untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan tinggi kesehatan, khususnya program-program unggulan yang dimiliki AKMT. Selain memperkenalkan profil institusi, peserta juga diajak melihat secara langsung fasilitas laboratorium modern yang menjadi penunjang proses pembelajaran mahasiswa.
Pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen AKMT dalam membangun komunikasi yang erat dengan sekolah-sekolah menengah atas sebagai mitra strategis dalam mempersiapkan generasi muda memasuki jenjang pendidikan tinggi sesuai minat, bakat, dan kebutuhan dunia kerja.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Badan Pembina Harian (BPH) AKMT Drs. Sigit Purwanto, M.M., Wakil Direktur I Yuni Indrawati, S.SiT., S.K.M., M.A.N., Wakil Direktur II Min Adadiyah, S.K.M., M.P.H., Ketua Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Ayu Fadhila, S.K.M., M.K.M., Dosen Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi Dorysday Sihombing, Amd.Kep., S.K.M., M.Kes., beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan AKMT.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para guru BK tidak hanya memperoleh informasi mengenai program studi yang tersedia, tetapi juga berdiskusi mengenai perkembangan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, peluang kerja lulusan, hingga berbagai program beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa.
Guru BK Berperan Penting Menentukan Masa Depan Siswa
Dalam sambutannya, Ketua BPH AKMT Drs. Sigit Purwanto, M.M. menegaskan bahwa guru BK memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu peserta didik menentukan arah masa depan, termasuk memilih jenjang pendidikan tinggi yang sesuai dengan potensi dan cita-citanya.
Menurutnya, keputusan seorang siswa untuk melanjutkan pendidikan sering kali dipengaruhi oleh arahan, pendampingan, dan informasi yang diberikan oleh guru BK. Oleh sebab itu, membangun hubungan yang baik antara perguruan tinggi dan guru BK menjadi langkah penting dalam menghadirkan informasi pendidikan yang akurat kepada para siswa.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat secara luas. Karena itu, kami berharap Bapak dan Ibu Guru BK dapat menjadi mitra AKMT dalam memberikan pendampingan kepada siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki minat untuk berkarier di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi akan memberikan manfaat besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Mengenalkan Program Studi Unggulan AKMT
Pada sesi berikutnya, Wakil Direktur II AKMT Min Adadiyah, S.K.M., M.P.H. memaparkan profil Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung beserta program-program unggulan yang dimiliki institusi.
Dalam paparannya, ia memperkenalkan Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) serta Program Studi Sarjana Terapan (D4) Keperawatan Anestesiologi, yang menjadi salah satu program studi baru untuk menjawab meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan profesional di Indonesia.
Selain menjelaskan profil program studi, Min Adadiyah juga menyampaikan informasi mengenai status akreditasi institusi dan Program Studi D3 RMIK yang telah memperoleh akreditasi Baik, sebagai bukti komitmen AKMT dalam menjaga mutu pendidikan.
Tak hanya itu, para guru BK juga mendapatkan informasi mengenai berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru beserta beragam program beasiswa yang disediakan untuk membantu calon mahasiswa memperoleh akses pendidikan tinggi yang berkualitas.
Menurut Min Adadiyah, AKMT terus melakukan berbagai pengembangan, baik dari sisi kurikulum, kualitas dosen, maupun fasilitas pembelajaran agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi.
“Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas dengan dukungan fasilitas pembelajaran yang memadai. Mohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu agar mahasiswa kami dapat lulus 100 persen Uji Kompetensi, menjadi lulusan yang profesional, dan siap berkarya di dunia kerja,” tuturnya.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang mengapresiasi komitmen AKMT dalam meningkatkan mutu pendidikan kesehatan di Kabupaten Temanggung.
Prospek Penata Anestesi Kian Menjanjikan
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan mengenai Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi yang disampaikan oleh Dorysday Sihombing, Amd.Kep., S.K.M., M.Kes.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa profesi Penata Anestesi merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam pelayanan medis, khususnya dalam tindakan pembedahan maupun prosedur medis yang membutuhkan anestesi.
Menurutnya, seorang Penata Anestesi bekerja secara profesional bersama dokter spesialis anestesi untuk memastikan keselamatan pasien sebelum, selama, dan setelah tindakan anestesi dilakukan.
Ia juga menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah rumah sakit, berkembangnya layanan bedah modern, serta kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks menyebabkan permintaan terhadap tenaga Penata Anestesi terus meningkat setiap tahunnya.
Karena itu, lulusan Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi memiliki peluang karier yang sangat luas, baik di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik, pusat pelayanan kesehatan, maupun institusi kesehatan lainnya.
Selain dibekali kemampuan teknis di bidang anestesiologi, mahasiswa juga memperoleh pembelajaran mengenai keselamatan pasien, komunikasi profesional, etika pelayanan kesehatan, hingga penguasaan teknologi kesehatan yang menjadi tuntutan di era pelayanan medis modern.
Meninjau Langsung Laboratorium Berstandar Pendidikan Kesehatan
Tidak hanya memperoleh materi di ruang pertemuan, para guru BK juga diajak mengikuti Laboratory Tour untuk melihat secara langsung fasilitas pembelajaran yang dimiliki AKMT.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami bagaimana proses pembelajaran mahasiswa kesehatan dilaksanakan melalui berbagai laboratorium yang dirancang menyerupai kondisi nyata di dunia kerja.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Laboratorium Komputer, yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa. Di laboratorium ini peserta memperoleh penjelasan mengenai sistem evaluasi berbasis komputer yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan tenaga kesehatan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Laboratorium Anestesiologi, salah satu fasilitas unggulan AKMT yang dirancang untuk menunjang pembelajaran mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi.
Laboratorium tersebut dilengkapi dengan ruang pra-anestesi, intra-anestesi, hingga pasca-anestesi, sehingga mahasiswa dapat mempraktikkan berbagai prosedur sesuai standar pelayanan kesehatan sebelum terjun ke rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Para guru BK tampak antusias menyaksikan berbagai peralatan praktik yang tersedia. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai metode pembelajaran berbasis simulasi yang diterapkan AKMT untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Laboratorium Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, yang menjadi tempat pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Di laboratorium tersebut peserta diperkenalkan dengan berbagai sistem pengelolaan rekam medis modern yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan.
Melalui kunjungan langsung tersebut, para guru BK memperoleh gambaran nyata mengenai kualitas sarana dan prasarana pembelajaran yang dimiliki AKMT.
Memperkuat Kolaborasi Sekolah dan Perguruan Tinggi
Pertemuan Guru BK ini menjadi salah satu strategi AKMT dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Temanggung maupun Kabupaten Wonosobo.
Guru BK dinilai memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara perguruan tinggi dan siswa, sehingga pemahaman yang utuh mengenai program studi, fasilitas, serta prospek kerja menjadi bekal penting dalam memberikan layanan konseling karier.
Melalui komunikasi yang intensif, diharapkan para guru dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat kepada siswa sesuai dengan minat, kemampuan akademik, dan peluang kerja yang tersedia di masa depan.
Di sisi lain, kerja sama semacam ini juga membuka peluang bagi sekolah dan AKMT untuk mengembangkan berbagai program edukasi, seminar karier, kunjungan kampus, hingga kegiatan pembinaan siswa yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Komitmen AKMT Mencetak Tenaga Kesehatan Profesional
Sebagai institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, AKMT terus berkomitmen menghadirkan pendidikan kesehatan yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pengembangan program studi, peningkatan kualitas dosen, penyediaan fasilitas laboratorium yang representatif, serta penguatan jejaring dengan sekolah dan dunia profesi menjadi bagian dari langkah strategis AKMT dalam mencetak lulusan yang kompeten.
Melalui kegiatan Pertemuan Guru BK dan Laboratory Tour ini, AKMT berharap hubungan baik dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo semakin erat. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai program studi, fasilitas pembelajaran, serta prospek karier di bidang kesehatan, para guru BK diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mengarahkan peserta didik memilih pendidikan tinggi yang sesuai dengan potensi dan cita-cita mereka.
Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah tersebut diyakini akan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.












