Berita

PDNA Temanggung Jadi Satu-Satunya PDNA yang Tampil pada Pra-Acara Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV di Surakarta

5
×

PDNA Temanggung Jadi Satu-Satunya PDNA yang Tampil pada Pra-Acara Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV di Surakarta

Sebarkan artikel ini

PDNA Temanggung Jadi Satu-Satunya PDNA yang Tampil pada Pra-Acara Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV di Surakarta

Surakarta — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Temanggung mencatatkan prestasi sekaligus kebanggaan tersendiri dalam gelaran Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) XV di Surakarta. PDNA Temanggung menjadi satu-satunya PDNA se-Indonesia yang mendapat kesempatan tampil dalam pra-acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV.

Acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 6.700 peserta Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk semakin menyemarakkan pembukaan gelaran akbar tersebut, panitia menghadirkan berbagai penampilan dari sejumlah unsur di lingkungan Muhammadiyah.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tari kreasi yang dibawakan oleh PDNA Temanggung dengan judul “Nasyiah Cahaya Dunia”.

Kesempatan tersebut berawal dari prestasi PDNA Temanggung dalam lomba Senam Nasyiah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah dalam rangka Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95. Dalam perlombaan tersebut, PDNA Temanggung berhasil meraih Juara I.

Yang menarik, gerakan senam yang dibawakan dalam perlombaan tersebut merupakan hasil kreasi sendiri yang diciptakan oleh Ketua PDNA Temanggung, Sri Mutinah, S.Pd. Gerakan tersebut kemudian menjadi bagian dari penampilan yang dibawakan PDNA Temanggung dalam pra-acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV.

Proses menciptakan gerakan senam tersebut menjadi tantangan tersendiri. Selain harus membuat gerakan yang menarik, energik, dan sesuai dengan kebutuhan perlombaan, gerakan juga harus tetap mencerminkan karakter dan nilai yang melekat pada kader Nasyiatul Aisyiyah.

“Kesulitannya adalah bagaimana membuat gerakan ini tetap santun dan mencerminkan seorang Nasyiah,” ungkap Sri Mutinah.

Menurutnya, aspek kesantunan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyusun koreografi. Gerakan yang diciptakan tidak hanya mengutamakan unsur kreativitas dan keindahan, tetapi juga berusaha menampilkan karakter perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah yang sehat, aktif, bersemangat, dan tetap santun.

Keberhasilan meraih Juara I dalam lomba Senam Nasyiah tersebut kemudian menjadi pintu bagi PDNA Temanggung untuk mendapat kesempatan tampil di panggung yang lebih besar. PDNA Temanggung kemudian dipercaya menjadi satu-satunya PDNA se-Indonesia yang tampil dalam pra-acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV.

Bagi PDNA Temanggung, kesempatan tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

“Bangga karena menjadi satu-satunya PDNA yang mendapat kesempatan,” ujar Sri Mutinah ketika ditanya mengenai perasaannya setelah PDNA Temanggung dipercaya tampil dalam acara tersebut.

Tim yang tampil terdiri atas sembilan orang dan dipimpin langsung oleh Sri Mutinah, S.Pd. Untuk mempersiapkan penampilan di panggung Muktamar, tim melakukan latihan secara maksimal. Persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi koreografi, tetapi juga melalui pemilihan kostum yang dinilai sesuai dengan karakter perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah.

“Latihan semaksimal mungkin, mempersiapkan kostum yang sesuai dengan karakter perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah,” jelas Sri Mutinah mengenai persiapan yang dilakukan tim.

Penampilan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai bagian dari syiar Nasyiatul Aisyiyah melalui kreativitas kader perempuan muda. Melalui gerakan yang energik namun tetap santun, PDNA Temanggung ingin membawa pesan tentang semangat perempuan muda yang sehat, aktif, dan berkarakter.

“Mensyiarkan Dance Perempuan Cahaya Dunia. Tetap sehat, semangat, dan santun,” ungkap Sri Mutinah mengenai makna penampilan PDNA Temanggung dalam pra-acara pembukaan Muktamar.

Penampilan di hadapan ribuan peserta Muktamar tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi PDNA Temanggung untuk membawa nama Temanggung ke panggung nasional. Prestasi yang berawal dari lomba Senam Nasyiah dalam rangka Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 tersebut akhirnya berkembang menjadi kesempatan untuk tampil dalam salah satu agenda besar Nasyiatul Aisyiyah tingkat nasional.

Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Surakarta dengan mengusung tema “Perempuan Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan.” Muktamar menjadi momentum penting bagi Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat gerakan perempuan muda dan merumuskan arah gerakan organisasi ke depan.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional Muhammadiyah dan Aisyiyah, di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jajaran serta Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini.

Bagi PDNA Temanggung, kesempatan tampil dalam pra-acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV bukan hanya menjadi kebanggaan atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk terus mengembangkan kreativitas kader dan menunjukkan bahwa semangat perempuan berkemajuan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk karya dan kreativitas.

Dari sebuah gerakan yang diciptakan dengan satu pertanyaan sederhana—bagaimana tetap energik tanpa kehilangan kesantunan sebagai seorang Nasyiah—lahirlah karya yang tidak hanya membawa PDNA Temanggung meraih Juara I, tetapi juga mengantarkan mereka tampil di panggung Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV di Surakarta.

Komentar