Semarak HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Temanggung Gelar Ajang Kreativitas Seni dan Literasi Siswa
TEMANGGUNG — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SD Muhammadiyah Temanggung menggelar berbagai kegiatan perlombaan seni, budaya, dan literasi bagi para siswa. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada Jumat hingga Sabtu, 14–15 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di lingkungan kampus SD Muhammadiyah Temanggung.
Semarak HUT RI ke-81 ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk mencari prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menyalurkan minat, bakat, kreativitas, serta keberanian dalam mengekspresikan kemampuan yang dimiliki. Berbagai cabang lomba yang digelar juga dikemas secara edukatif dengan menghadirkan pembinaan dan workshop sebelum para peserta mengikuti perlombaan.
Melalui konsep tersebut, para siswa tidak hanya dituntut untuk tampil dan berkompetisi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung dari pemateri sesuai dengan bidang lomba yang diikuti. Dengan demikian, rangkaian kegiatan Semarak HUT RI ke-81 menjadi perpaduan antara pembelajaran, pembinaan, kreativitas, dan semangat kompetisi.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Temanggung, mulai dari kelas 1 hingga kelas 5. Rangkaian perlombaan disesuaikan dengan jenjang dan cabang lomba yang diikuti, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Pada hari pertama, Jumat, 14 Agustus 2026, perlombaan diperuntukkan bagi siswa kelas 3 hingga kelas 5 melalui cabang Lomba Menulis Cerita dan Lomba Tari Daerah. Dalam Lomba Menulis Cerita, para peserta mengangkat tema Perjuangan Kemerdekaan. Sebelum mulai menulis, para siswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui workshop penulisan.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam menyusun ide, mengembangkan imajinasi, serta menuangkan gagasan menjadi sebuah cerita. Setelah mendapatkan workshop, para peserta kemudian menuliskan karya mereka di atas kertas folio dengan tema yang telah ditentukan.
Sementara itu, Lomba Tari Daerah menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal sekaligus menampilkan kekayaan seni dan budaya Nusantara. Lomba ini diikuti secara berkelompok dengan jumlah tiga siswa dari setiap kelas. Para peserta menampilkan tarian tradisional maupun tari kreasi Nusantara dengan durasi maksimal lima menit.
Penampilan para peserta menghadirkan suasana yang semarak sekaligus menunjukkan keberanian dan kekompakan siswa dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka. Selain mengembangkan bakat di bidang seni tari, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Memasuki hari kedua, Sabtu, 15 Agustus 2026, berbagai cabang lomba kembali digelar, yaitu pantomim, solo vocal, kriya, mendongeng, dan menggambar. Cabang lomba pantomim, solo vocal, dan kriya diikuti oleh siswa kelas 3 hingga kelas 5, sedangkan lomba mendongeng dan menggambar terbuka bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5.
Pada Lomba Pantomim, para peserta terlebih dahulu mengikuti workshop pembinaan gerakan yang dilaksanakan di Aula Gedung Baru. Pembinaan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari teknik dasar ekspresi dan gerakan sebelum tampil dalam perlombaan.
Adapun Lomba Mendongeng mengangkat tema Kemerdekaan. Para peserta juga mendapatkan workshop bercerita sebelum tampil membawakan dongeng mereka. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Induk dengan durasi penampilan maksimal lima menit bagi setiap peserta.
Melalui kegiatan mendongeng, para siswa diajak untuk mengembangkan kemampuan berbicara, berekspresi, serta menyampaikan pesan melalui cerita. Tema kemerdekaan yang diangkat juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai perjuangan kepada siswa melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan dunia anak.
Keseruan juga terlihat dalam Lomba Solo Vocal yang dilaksanakan di halaman Gedung Induk. Dalam cabang ini, para peserta menampilkan kemampuan bernyanyi dengan membawakan salah satu lagu nasional maupun lagu perjuangan, seperti Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, Hari Merdeka, Garuda Pancasila, Bagimu Negeri, Dari Sabang Sampai Merauke, Tanah Airku, Berkibarlah Benderaku, Ibu Kartini, dan Halo-Halo Bandung.
Melalui lomba tersebut, siswa tidak hanya diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan vokal, tetapi juga diajak untuk mengenal dan mempelajari lagu-lagu nasional serta lagu perjuangan. Diharapkan, pengenalan terhadap lagu-lagu tersebut dapat menumbuhkan rasa bangga, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan sejak usia dini.
Sementara itu, Lomba Kriya dilaksanakan di Ruang Kelas 4 Ibnu Rusyd. Cabang lomba ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas dalam menghasilkan karya dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam maupun barang bekas. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk melihat berbagai bahan sederhana sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan menjadi karya bernilai.
Bagi siswa yang tidak mengikuti cabang lomba lainnya, Lomba Menggambar menjadi salah satu pilihan untuk tetap berpartisipasi dalam rangkaian Semarak HUT RI ke-81. Lomba menggambar memberikan ruang kreativitas bebas bagi para siswa dan dilaksanakan di kelas masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan oleh panitia. Persiapan kegiatan diawali dengan pengumuman lomba pada Sabtu, 8 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran peserta yang ditutup pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pelaksanaan perlombaan kemudian berlangsung selama dua hari, yakni pada 14 dan 15 Agustus 2026.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan prestasi para peserta, panitia akan memberikan penghargaan kepada Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 pada setiap cabang lomba. Khusus untuk cabang Mendongeng, Solo Vocal, dan Menggambar, penilaian dan pengkategorian juara dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kategori kelas 1–2 dan kategori kelas 3–5. Pengumuman kejuaraan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026.
Melalui kegiatan Semarak HUT RI ke-81 ini, SD Muhammadiyah Temanggung berharap peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai patriotisme, cinta tanah air, serta semangat menghargai perjuangan para pahlawan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya minat serta bakat siswa di berbagai bidang, khususnya seni, budaya, dan literasi. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, berkarya, dan tampil, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreatif, percaya diri, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan budayanya.
Semarak HUT RI ke-81 di SD Muhammadiyah Temanggung pun menjadi momentum kebersamaan yang mempertemukan semangat kemerdekaan dengan kreativitas generasi muda. Dari karya tulisan, gerak tari, ekspresi pantomim, lantunan lagu perjuangan, hingga berbagai karya seni yang dihasilkan, para siswa diajak untuk memaknai kemerdekaan melalui cara yang kreatif, edukatif, dan penuh kegembiraan.












