SD Muhammadiyah Parakan Ikuti Bimtek Digitalisasi Pendidikan MIPA Bilingual, Raih Penghargaan Best Performance
MAGELANG — Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi pendidik kembali ditunjukkan oleh SD Muhammadiyah Parakan. Sekolah tersebut mengirimkan dua guru untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pendidikan dalam Pembelajaran MIPA Bilingual Region Jawa Tengah 5 yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 17–20 September 2026, tersebut bertempat di Hotel Atria Magelang dan diikuti oleh para pendidik Muhammadiyah dari berbagai sekolah di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang penguatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam proses pembelajaran.
Bimtek Digitalisasi Pendidikan dalam Pembelajaran MIPA Bilingual menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah sekaligus mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan digital, serta kesiapan menghadapi tantangan perkembangan zaman. Upaya tersebut sejalan dengan semangat menyiapkan generasi emas Indonesia menuju 2045.
Selama mengikuti kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Digitalisasi tidak hanya dikenalkan sebagai penggunaan perangkat teknologi, tetapi diarahkan agar dapat menjadi bagian yang mendukung proses pembelajaran sehingga materi dapat disampaikan secara lebih kreatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu materi yang dipraktikkan dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan Kontenmu sebagai media digital pembelajaran. Melalui media tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung penerapannya dalam kegiatan pembelajaran.
Para peserta kemudian melakukan praktik mengajar dengan memanfaatkan media digital yang telah dipelajari selama Bimtek. Praktik tersebut menjadi ruang bagi guru untuk mengembangkan kemampuan sekaligus melihat secara langsung bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian materi kepada siswa.
Dengan adanya praktik tersebut, ilmu yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada ruang Bimtek. Para peserta diharapkan mampu membawa pengalaman dan keterampilan yang diperoleh untuk kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu pembelajaran, SD Muhammadiyah Parakan mengirimkan dua orang guru, yakni Aris Sigit Rahmanto, S.Pd. dan Aulia Aceide Oase, S.A.P. Keduanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai digitalisasi pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran MIPA bilingual.
Keikutsertaan kedua guru tersebut menjadi bagian dari upaya SD Muhammadiyah Parakan untuk terus memberikan ruang kepada pendidik agar berkembang. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menemukan cara-cara baru dalam menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Alhamdulillah, dari rangkaian kegiatan tersebut, salah satu guru SD Muhammadiyah Parakan, Aulia Aceide Oase, S.A.P., berhasil memperoleh penghargaan Best Performance.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Parakan. Penghargaan yang diraih Aulia menjadi apresiasi atas keseriusan dan keaktifannya selama mengikuti rangkaian kegiatan Bimtek.
Namun, bagi SD Muhammadiyah Parakan, penghargaan tersebut bukan semata-mata menjadi tujuan utama dari keikutsertaan dalam kegiatan. Lebih dari itu, capaian tersebut dipandang sebagai bonus dari proses belajar, keaktifan, kesungguhan, serta komitmen peserta dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Keikutsertaan dalam Bimtek juga menjadi kesempatan bagi guru untuk belajar bersama dengan pendidik Muhammadiyah dari berbagai sekolah di Jawa Tengah. Pertukaran pengalaman dan wawasan selama kegiatan diharapkan dapat memperkaya perspektif para peserta dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Kepala SD Muhammadiyah Parakan berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut tidak berhenti pada dua guru yang menjadi peserta. Pengetahuan yang telah didapat diharapkan dapat dibagikan dan ditularkan kepada seluruh guru di lingkungan SD Muhammadiyah Parakan sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.
“Semoga Bu Aul dan Pak Aris dapat membawa pulang ilmu, pengalaman, dan semangat baru dari kegiatan ini, kemudian menularkannya kepada teman-teman guru di SD Muhammadiyah Parakan sehingga semakin banyak guru yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menarik, dan bermakna bagi siswa,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi penting karena peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada satu atau dua pendidik. Ketika pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari sebuah kegiatan dapat dibagikan kepada rekan sejawat, maka proses pengembangan kompetensi guru dapat berjalan secara bersama-sama dan memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekolah.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran juga diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang kreativitas bagi guru. Dengan dukungan media pembelajaran yang tepat, proses belajar dapat dikembangkan agar tidak monoton, sekaligus membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.
Bagi SD Muhammadiyah Parakan, keikutsertaan dalam Bimtek Digitalisasi Pendidikan MIPA Bilingual merupakan bagian dari perjalanan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan kesiapan kompetensi pendidik serta kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Capaian Aulia Aceide Oase sebagai Best Performance sekaligus menjadi penyemangat bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Parakan untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas para pendidiknya. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif untuk menghadirkan semakin banyak inovasi dalam pembelajaran.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru bukan hanya tentang memperoleh sertifikat maupun penghargaan. Lebih jauh, setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran serta memberikan manfaat nyata bagi siswa.
Keikutsertaan SD Muhammadiyah Parakan dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk terus bergerak maju bersama perkembangan pendidikan. Dengan guru yang terus belajar dan sekolah yang terbuka terhadap inovasi, diharapkan lahir pembelajaran yang semakin kreatif, relevan, dan bermakna dalam mendampingi anak-anak tumbuh menjadi generasi yang unggul.
Selamat kepada Aulia Aceide Oase, S.A.P. atas penghargaan Best Performance. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk terus belajar, berbagi, berinovasi, dan menginspirasi, serta membawa manfaat bagi kemajuan pendidikan di SD Muhammadiyah Parakan.
Dari guru yang terus belajar, lahir pembelajaran yang terus berkembang. Dari pembelajaran yang bermakna, tumbuh generasi yang siap menyongsong masa depan.












