29 Siswa SD Muhammadiyah Temanggung Bersiap ke Singapura-Malaysia, Tahun Keempat Program Perluas Cakrawala Pelajar
TEMANGGUNG — Rasa bangga dan haru menyelimuti keluarga besar SD Muhammadiyah Temanggung atas keberangkatan para siswa dalam program pembelajaran dan pengalaman ke luar negeri. Sebanyak 29 siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Temanggung bersiap mengikuti perjalanan ke Singapura dan Malaysia pada tahun 2026.
Program tersebut menjadi momentum istimewa karena tahun 2026 tercatat sebagai tahun keempat pelaksanaan keberangkatan siswa SD Muhammadiyah Temanggung ke luar negeri. Bagi sekolah, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan untuk mengunjungi negara lain, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang diharapkan mampu memberikan pengalaman baru sekaligus membuka cakrawala berpikir para siswa sejak usia dini.
Kepala SD Muhammadiyah Temanggung, Ibu Triyana, menyampaikan rasa bangga yang luar biasa melihat anak-anak yang masih sangat belia sudah memiliki keberanian untuk beranjak dan belajar ke luar negeri. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang dapat memberikan warna tersendiri dalam proses tumbuh dan belajar para siswa.
Rasa bangga tersebut juga tidak terlepas dari dukungan para orang tua yang selama ini senantiasa memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap berbagai program pendidikan yang dijalankan sekolah.
“Rasa bangga yang luar biasa, anak-anak yang masih sangat belia sudah berani beranjak keluar negeri. Tahun 2026 ini merupakan tahun yang keempat keberangkatan anak-anak,” ungkap Triyana.
Sebanyak 29 siswa SD Muhammadiyah Temanggung akan mengikuti perjalanan menuju Singapura dan Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, mereka tidak hanya membawa nama pribadi maupun sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah yang turut memperkenalkan semangat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Triyana, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter dan membuka cakrawala baru bagi anak-anak. Pengalaman melihat lingkungan, budaya, suasana pendidikan, serta kehidupan di negara lain diharapkan dapat menumbuhkan keberanian dan memperluas cara pandang siswa terhadap dunia di luar lingkungan yang selama ini mereka kenal.
Pengalaman tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan mimpi-mimpi besar dalam diri anak-anak. Dengan melihat secara langsung berbagai hal yang berbeda, siswa dapat belajar bahwa dunia memiliki ruang yang luas untuk mereka jelajahi dan pelajari.
“Terima kasih juga untuk seluruh orang tua yang selalu mendukung dan men-support kegiatan ini. Tentunya kegiatan ini untuk membentuk karakter, membuka cakrawala baru anak-anak, dan membangun mimpi besar anak-anak,” tutur Triyana.
Dalam keberangkatan tahun ini, program tersebut juga mendapat tambahan peserta dari luar SD Muhammadiyah Temanggung. Tiga siswa dari SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara turut bergabung dalam perjalanan. Kepala SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara, Ibu Nur Wahidah, menjadi bagian dari dukungan terhadap keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan siswa dari sekolah Muhammadiyah lainnya menjadi bagian menarik dalam perjalanan ini. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar dari tempat yang dikunjungi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan dengan teman-teman dari lingkungan sekolah Muhammadiyah yang berbeda.
Mudiyono: Jaga Ibadah, Kesehatan, dan Nama Baik Muhammadiyah
Sementara itu, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Temanggung, Drs. Mudiyono, memberikan sejumlah pesan kepada para siswa sebelum memulai perjalanan. Ia meminta agar seluruh peserta mengikuti program dengan penuh kesungguhan dan memanfaatkan setiap pengalaman yang diperoleh selama berada di Singapura maupun Malaysia.
Pesan pertama yang disampaikan adalah agar para siswa mengikuti seluruh program dengan penuh kesungguhan. Kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman di luar negeri diharapkan tidak hanya dinikmati sebagai perjalanan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk belajar dan mengambil berbagai hal positif.
Kedua, para siswa diingatkan untuk tetap menjaga ibadah dan kesehatan selama perjalanan. Mereka juga diminta menerapkan budaya 3S, yaitu senyum, sapa, dan salam, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan sikap dalam berinteraksi dengan orang lain.
Pesan berikutnya adalah agar para siswa senantiasa menjaga nama baik sekolah, keluarga, dan Muhammadiyah di mana pun berada. Sebagai peserta didik Muhammadiyah, perilaku dan sikap mereka selama perjalanan menjadi bagian dari cerminan pendidikan yang mereka terima.
Mudiyono juga berpesan agar para siswa tidak ragu untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan guru pendamping apabila menghadapi persoalan atau membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Di akhir pesannya, Mudiyono menyampaikan ucapan selamat jalan dan berharap seluruh rangkaian perjalanan dapat berjalan dengan lancar.
“Selamat jalan dan sukses. Semoga Allah memberkahi perjalanan di Singapura maupun Malaysia,” pesannya.
Ustaz Makmun Ajak Anak-Anak Tetap Sehat dan Menikmati Perjalanan
Sementara itu, Ustaz Makmun Pitoyo turut memberikan pesan kepada para siswa. Dalam kesempatan tersebut, ia terlebih dahulu membangun interaksi dengan anak-anak melalui sejumlah pertanyaan untuk mencairkan suasana.
Suasana yang hangat tersebut menjadi bagian dari pendekatan agar anak-anak lebih siap dan nyaman sebelum menjalani perjalanan yang tentunya akan memberikan banyak pengalaman baru bagi mereka.
Ustaz Makmun berpesan agar para siswa mampu mengatur waktu selama perjalanan. Ketika waktunya beristirahat, anak-anak diminta tidak terlalu banyak bercanda dan bermain sehingga dapat tidur dengan cukup. Begitu pula ketika waktunya makan, siswa diingatkan agar makan dengan baik dan cukup supaya kondisi tubuh tetap prima.
Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan selama perjalanan. Dengan kondisi tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih leluasa menikmati berbagai pengalaman dan kegiatan yang telah dipersiapkan.
“Waktunya tidur jangan terlalu banyak bercanda dan bermain. Waktunya makan supaya bisa fresh dan sehat, makan yang banyak,” pesannya kepada anak-anak.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila anak-anak dapat menjaga kesehatan sampai tiba di tempat tujuan, mereka akan dapat menikmati perjalanan dengan lebih menyenangkan.
“Kalau anak-anak sehat sampai sana, bisa menikmati berjalan-jalan dengan senang,” lanjutnya.
Selain menjaga kondisi fisik, Ustaz Makmun juga mengingatkan agar para siswa memperhatikan pengalaman yang diperoleh ketika mengunjungi sekolah di Singapura maupun Malaysia. Sekolah yang mereka kunjungi nantinya tentu memiliki suasana dan karakteristik yang berbeda dengan sekolah di Temanggung.
Perbedaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi sesuatu yang dilihat dan dilupakan, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak. Para siswa diajak untuk mengingat berbagai hal yang mereka temui, kemudian mengambil sesuatu yang berbeda dan baik untuk dibawa pulang sebagai pengalaman.
“Sekolah yang dikunjungi berbeda dengan sekolah di Temanggung. Diingat-ingat agar seperti yang di sana, agar dapat sesuatu yang beda dan lebih baik,” pesannya.
Ustaz Makmun juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak mereka peroleh dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.
Membawa Semangat Belajar, Membuka Mimpi Lebih Besar
Keberangkatan para siswa ke Singapura dan Malaysia menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pengalaman langsung di luar negeri diharapkan dapat memperkaya proses pembentukan karakter, kemandirian, keberanian, kemampuan beradaptasi, serta cara pandang siswa terhadap dunia.
Bagi anak-anak, perjalanan ini tentu menjadi pengalaman yang akan dikenang. Mereka akan belajar bahwa pendidikan dapat berlangsung di mana saja, termasuk ketika melihat secara langsung lingkungan dan kehidupan di negara lain.
Program yang telah memasuki tahun keempat ini sekaligus menunjukkan upaya SD Muhammadiyah Temanggung dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada peserta didiknya. Dukungan orang tua menjadi salah satu bagian penting yang memungkinkan program tersebut dapat terus berjalan.
Dengan keberangkatan 29 siswa SD Muhammadiyah Temanggung dan tiga siswa dari SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara, perjalanan ke Singapura dan Malaysia diharapkan menjadi ruang untuk belajar, berinteraksi, menjaga kebersamaan, serta menemukan inspirasi baru.
Lebih dari sekadar perjalanan ke luar negeri, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk berani bermimpi lebih besar, melihat dunia lebih luas, dan membawa pulang pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekolah.
Keluarga besar SD Muhammadiyah Temanggung pun berharap seluruh rangkaian perjalanan dapat berjalan lancar. Para siswa dapat menjaga kesehatan, ibadah, sikap, serta nama baik keluarga, sekolah, dan Muhammadiyah selama berada di Singapura dan Malaysia.
Semoga perjalanan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meninggalkan pelajaran dan inspirasi yang akan terus tumbuh dalam diri anak-anak. Dari perjalanan ini, mereka diharapkan pulang dengan wawasan yang lebih luas, pengalaman yang lebih kaya, serta mimpi yang semakin besar untuk masa depan.
Selamat jalan, anak-anak hebat. Belajarlah sebanyak-banyaknya, lihatlah dunia dengan rasa ingin tahu, dan bawalah pulang pengalaman terbaik untuk menjadi bekal dalam meraih cita-cita. 🌏✨












