Berita

Ada Titik-Titik di Ujung Doa-Doa: Jamaah Haji KBIHU Ar-Roudloh Temanggung Pulang dengan Syukur dan Harapan Kemabruran

2
×

Ada Titik-Titik di Ujung Doa-Doa: Jamaah Haji KBIHU Ar-Roudloh Temanggung Pulang dengan Syukur dan Harapan Kemabruran

Sebarkan artikel ini

Ada Titik-Titik di Ujung Doa-Doa: Jamaah Haji KBIHU Ar-Roudloh Temanggung Pulang dengan Syukur dan Harapan Kemabruran

TEMANGGUNG – Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti kepulangan jamaah haji Kabupaten Temanggung yang tiba di Pendopo Pengayoman Temanggung pada Kamis (25/6/2026). Setelah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, para jamaah kembali ke kampung halaman dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam dan harapan untuk menjadi haji yang mabrur.

Di antara rombongan yang tiba, jamaah bimbingan KBIHU Ar-Roudloh Temanggung turut merasakan kebahagiaan atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Selama di Tanah Suci, jamaah didampingi oleh Pembimbing Utama Ustaz H. Mutasim, Lc., bersama pengurus H. Rohmat Witono, S.Pd.I. dan Ilhadi, S.Pd.I.

Perwakilan KBIHU Ar-Roudloh menyampaikan bahwa rasa yang paling dominan setelah menyelesaikan ibadah haji adalah syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kesempatan memenuhi panggilan-Nya ke Baitullah.

“Alhamdulillah, mulai dari proses pelunasan, penetapan keberangkatan, hingga pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah haji, baik rukun, wajib maupun sunnah, dapat dijalankan dengan baik. Ini menjadi nikmat yang luar biasa bagi seluruh jamaah,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tidak lepas dari kerja sama antara jamaah, pembimbing, dan pengurus yang terus membangun koordinasi serta komunikasi selama berada di Arab Saudi. Pendampingan yang intensif membantu jamaah menjalankan setiap tahapan ibadah dengan lebih tertib dan maksimal.

Momen yang paling berkesan bagi jamaah adalah saat menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Di tempat-tempat itulah para jamaah merasakan makna kesetaraan dan ketundukan di hadapan Allah SWT.

“Di Arafah semua manusia sama. Tidak ada perbedaan jabatan, kedudukan, maupun status sosial. Semua berdiri dan berdoa kepada Allah dengan pakaian ihram yang sama,” tuturnya.

Pelaksanaan Armuzna tahun ini berlangsung lancar. Jamaah dapat melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Seluruh jamaah juga berkesempatan bermalam di Muzdalifah, sesuatu yang menjadi perhatian tersendiri mengingat pada musim haji sebelumnya sempat terjadi kepadatan yang menyebabkan sebagian jamaah tidak dapat mabit secara penuh.

Selain itu, jamaah KBIHU Ar-Roudloh juga melaksanakan Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah sebagai bagian dari upaya menghidupkan sunnah Rasulullah SAW sebelum bergerak menuju Arafah.

Kesan mendalam lainnya dirasakan saat jamaah berada di Kota Madinah, khususnya ketika mendapatkan kesempatan memasuki Raudhah, area yang berada di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi. Tempat tersebut menjadi salah satu lokasi yang paling dirindukan jamaah untuk memperbanyak doa dan munajat.

Meski sebagian jamaah telah berusia lanjut, seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik berkat kesehatan dan kekuatan yang diberikan Allah SWT. Karena itu, para jamaah meyakini bahwa kesempatan berhaji bukan hanya soal kemampuan materi, tetapi juga panggilan dan kehendak Allah SWT.

Sebagai upaya menjaga kemabruran haji, KBIHU Ar-Roudloh telah membentuk kepengurusan alumni jamaah haji tahun 2026. Melalui wadah tersebut, para jamaah akan terus dipertemukan dalam berbagai kegiatan keagamaan, pengajian, dan silaturahmi guna menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama di Tanah Suci.

“Kami berharap seluruh jamaah dapat menjaga kemabruran haji, istiqamah dalam beribadah, dan terus menebarkan manfaat di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kepulangan jamaah haji di Pendopo Pengayoman Temanggung menjadi akhir dari perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Namun lebih dari itu, kepulangan tersebut juga menjadi awal perjalanan baru untuk menjaga nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari. Sebab bagi para jamaah, selalu ada jawaban Allah di ujung setiap doa yang dipanjatkan dengan penuh harap, kesabaran, dan keikhlasan.

Komentar