Asah Fisik dan Mental, Pontren Almatera Resmi Buka Ekstrakurikuler Panahan Perdana
TEMANGGUNG – Pondok Pesantren (Pontren) Almatera resmi memulai ekstrakurikuler panahan perdana Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Temanggung ini diikuti oleh 67 santri, terdiri atas 30 santri putra dan 37 santriwati.
Program ekstrakurikuler tersebut dibimbing langsung oleh Pelatih Rosyid dari PERPANI Temanggung. Latihan dijadwalkan rutin setiap hari Senin dalam dua sesi, yakni pukul 13.00–15.00 WIB untuk santriwati dan pukul 15.00–17.00 WIB untuk santri putra.
Pada latihan perdana, para peserta diperkenalkan dengan cabang panahan menggunakan busur tipe barebow atau busur tanpa alat bantu bidik. Materi yang diberikan masih difokuskan pada penguasaan teori dasar, teknik pemanasan, serta pembentukan postur tubuh yang benar sebelum peserta diperbolehkan melakukan praktik menembakkan anak panah ke sasaran.
Pelatih Rosyid menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap sesi latihan.
“Dalam olahraga panahan, hal yang paling utama dan tidak bisa ditawar adalah keselamatan (safety). Sebelum santri melepas anak panah ke sasaran, mereka harus memahami tata tertib lapangan, memiliki ketahanan fisik (endurance), menguasai keterampilan dasar (skill), serta membangun ketenangan mental,” ujarnya saat memimpin latihan perdana.
Ia menjelaskan, pada tahap awal peserta lebih banyak mempelajari teori dan gerakan mekanis tubuh tanpa menggunakan anak panah. Menurutnya, membangun fondasi teknik yang benar, membiasakan kerja otot, serta melatih fokus dan pengendalian diri merupakan bekal penting sebelum memasuki tahap latihan menembak.
“Kami ingin para santri memahami bahwa ketepatan dalam panahan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan membidik, tetapi juga oleh disiplin, konsentrasi, dan penguasaan teknik sejak awal,” tambahnya.
Melalui ekstrakurikuler ini, Pontren Almatera berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan olahraga, tetapi juga membentuk karakter santri. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, ketangguhan, dan kepemimpinan diharapkan tumbuh seiring proses latihan yang berkelanjutan.
Selain menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan dalam Islam, panahan juga diharapkan menjadi sarana bagi para santri untuk meningkatkan kebugaran jasmani, ketahanan mental, serta kemampuan mengendalikan diri. Dengan pembinaan yang terstruktur dan didampingi pelatih profesional, Pontren Almatera berharap ekstrakurikuler panahan mampu melahirkan generasi santri yang sehat, berkarakter, dan berprestasi, baik di lingkungan pesantren maupun pada ajang kompetisi di masa mendatang.












