Hanya Tersisa Puing, PDM Temanggung Hadir Menguatkan dan Menyalurkan Bantuan bagi Bapak Irham Korban Kebakaran
TEMANGGUNG – Duka menyelimuti keluarga Bapak Irham, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Jumo, setelah tiga ruko miliknya hangus dilalap si jago merah pada Ahad (12/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu terjadi di Dusun Petonan RT 01 RW 02, Desa Jumo, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.
Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan tiga ruko beserta berbagai barang di dalamnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyebabkan kerugian materi yang besar karena bangunan dan isinya tidak dapat diselamatkan.
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung mengunjungi kediaman Bapak Irham pada Rabu (15/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, jajaran PDM Temanggung menyerahkan bantuan kepada keluarga sebagai bentuk empati dan solidaritas, sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap tabah menghadapi cobaan.
Ketua PDM Temanggung, Ustaz Makmun Pitoyo, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam kepada Bapak Irham beserta keluarga. Menurutnya, setiap musibah merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa Bapak Irham dan keluarga. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, serta mengganti setiap kerugian dengan rezeki yang lebih baik. Yakinlah, di balik setiap ujian selalu ada hikmah yang Allah siapkan. Semoga Bapak Irham dan keluarga diberi kemudahan untuk bangkit kembali dan menjalani hari-hari ke depan dengan penuh harapan,” ujar Ustaz Makmun Pitoyo.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian PDM Temanggung kepada warga Muhammadiyah yang sedang tertimpa musibah. Diharapkan, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa nilai kepedulian dan ukhuwah terus hidup di lingkungan Muhammadiyah. Di balik puing-puing bangunan yang tersisa, masih ada doa, perhatian, dan uluran tangan dari sesama yang menjadi penguat bagi keluarga Bapak Irham untuk memulai kembali langkah kehidupan.
Musibah ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Di tengah duka yang mendalam, semangat saling membantu dan menguatkan menjadi harapan agar setiap cobaan dapat dilalui dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati.












