Pastikan Produk Terpercaya, PCPM Ngadirejo Ajukan Sertifikasi Halal Beras “Kuncup Melati”
TEMANGGUNG, Selasa (29/9/2026) — Ikhtiar membangun kemandirian ekonomi organisasi terus dilakukan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngadirejo. Melalui Bidang Ekonomi, PCPM Ngadirejo menggagas usaha perdagangan beras dengan merek “Kuncup Melati”, yang kini memasuki tahapan audit halal sebagai bagian dari proses pengajuan sertifikasi halal produk.
Audit dilaksanakan pada Selasa (29/9/2026) pukul 14.30 WIB di tempat penyimpanan beras PCPM Ngadirejo, Dusun Klurak, Desa Gondang Winangun, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.
Proses audit dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Zamzani, sebagai tim yang ditugaskan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Dari Perdagangan Beras Menuju Kemandirian Ekonomi
Program perdagangan beras ini merupakan salah satu gagasan PCPM Ngadirejo melalui Bidang Ekonomi dalam rangka membangun kemandirian ekonomi organisasi.
Beras dipilih sebagai salah satu produk yang diperdagangkan dengan membawa merek “Kuncup Melati”. Selain menjadi produk yang diharapkan dapat berkembang secara ekonomi, pengelolaan usaha ini juga menjadi bagian dari upaya Pemuda Muhammadiyah untuk mengembangkan kegiatan yang mampu menopang keberlangsungan organisasi.
Bagi PCPM Ngadirejo, kemandirian ekonomi bukan hanya berbicara mengenai bagaimana organisasi memiliki sumber pemasukan, tetapi juga bagaimana potensi yang ada dapat dikelola menjadi aktivitas produktif dan berkelanjutan.
Melalui bidang ekonomi, semangat tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk perdagangan beras yang diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi organisasi.
Meski Positif List, Tetap Pilih Sertifikasi Halal
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses pengajuan sertifikasi ini adalah keputusan PCPM Ngadirejo untuk tetap mengajukan sertifikasi halal meskipun beras termasuk dalam kategori positif list, sehingga dari sisi produknya tidak termasuk kategori yang harus bersertifikat halal.
Pilihan untuk tetap melakukan sertifikasi menunjukkan adanya komitmen PCPM Ngadirejo untuk membangun kepercayaan terhadap produk “Kuncup Melati”.
Sertifikasi halal dipandang bukan semata-mata sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menghadirkan produk yang lebih terpercaya dan memiliki standar yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dengan demikian, proses audit yang dilakukan bukan hanya menjadi tahapan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari kesungguhan dalam menyiapkan produk agar memiliki standar pengelolaan yang lebih baik.
Membangun Kepercayaan melalui Standar Produk
Kehadiran tim LPH Zamzani dalam proses audit menjadi bagian penting dalam perjalanan pengajuan sertifikasi halal Beras Kuncup Melati.
Melalui proses pemeriksaan tersebut, PCPM Ngadirejo berupaya memastikan bahwa produk yang nantinya dipasarkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dibangun dengan perhatian terhadap aspek kepercayaan dan standar yang diperlukan.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan Pemuda Muhammadiyah Ngadirejo dalam mengelola usaha. Sebab, ketika sebuah produk membawa nama organisasi, kualitas dan kepercayaan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Nama “Kuncup Melati” diharapkan tidak sekadar menjadi sebuah merek beras, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan PCPM Ngadirejo dalam membangun usaha yang dikelola secara serius, bertahap, dan berkelanjutan.
Pemuda Muhammadiyah dan Ikhtiar Ekonomi Berkelanjutan
Gagasan perdagangan beras ini menjadi salah satu contoh bahwa gerakan Pemuda Muhammadiyah dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, termasuk ekonomi.
Kemandirian organisasi membutuhkan keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, serta kesungguhan dalam membangun sistem. Proses sertifikasi halal yang sedang ditempuh menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan tersebut.
PCPM Ngadirejo memilih untuk tidak hanya memikirkan bagaimana produk dapat dipasarkan, tetapi juga bagaimana kepercayaan konsumen dapat dibangun sejak awal.
Dari tempat penyimpanan beras di Dusun Klurak, sebuah ikhtiar ekonomi sedang dirintis. Kuncup Melati menjadi bagian dari langkah kecil menuju cita-cita yang lebih besar: membangun kemandirian ekonomi Pemuda Muhammadiyah sekaligus menghadirkan produk yang terpercaya bagi masyarakat.
Karena kemandirian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa tumbuh dari keberanian untuk memulai, kesungguhan dalam mengelola, dan komitmen untuk menjaga kepercayaan.
PCPM Ngadirejo — Bergerak, Mandiri, dan Bermanfaat.












