Perkuat Pendidikan Al-Qur’an Berkelanjutan, MI Muhammadiyah Botoputih Gelar TOT Metode Muri-Q
TEMANGGUNG – Komitmen untuk menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkesinambungan terus dilakukan MI Muhammadiyah Botoputih. Melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) Metode Muri-Q, para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan menyatukan langkah untuk memperkuat pembelajaran tahfizh Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua pertemuan, yakni pada Rabu, 19 Agustus 2026 dan Sabtu, 22 Agustus 2026. TOT Metode Muri-Q tidak hanya diikuti oleh dewan guru MI Muhammadiyah Botoputih, tetapi juga melibatkan pendidik dari BA Aisyiyah 1 Botoputih serta ustadz dan ustadzah TPQ An-Nur Gendon.
Keterlibatan tiga lembaga pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini hingga jenjang pendidikan dasar.
Pendidikan Al-Qur’an, menurut MI Muhammadiyah Botoputih, tidak cukup apabila berjalan sendiri-sendiri pada setiap jenjang. Apa yang dipelajari anak di BA Aisyiyah dan TPQ diharapkan dapat menjadi pondasi ketika mereka melanjutkan pendidikan ke MI. Sebaliknya, pembelajaran yang diperoleh di madrasah dapat terus diperkuat melalui pembiasaan di lingkungan pendidikan dan keluarga.
Kegiatan TOT menghadirkan Ustadz Bambang Sairin Hasim sebagai mentor Metode Muri-Q. Selain menjadi mentor Muri-Q, ia juga merupakan Kepala SD Muhammadiyah Alternatif Kranggan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala MI Muhammadiyah Botoputih, Muhammad Khoiril Azmi. Dalam sambutannya, Azmi menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik dalam mengajarkan Al-Qur’an sekaligus membangun kesinambungan pembelajaran antarjenjang.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Guru serta ustadz dan ustadzah juga mendapatkan kesempatan untuk memahami dan mempraktikkan langsung Metode Muri-Q sebagai bekal untuk diterapkan dalam proses pembelajaran bersama peserta didik.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap tahapan pelatihan dan aktif dalam praktik yang diberikan oleh narasumber.
Ustadz Bambang Sairin Hasim memberikan apresiasi terhadap kemampuan peserta dalam menyerap materi yang disampaikan.
“Daya serap materi yang disampaikan sangat luar biasa dan cepat. Insya Allah, para peserta sudah siap untuk mempraktikkan dan membelajarkan metode ini kepada anak didik,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, kegiatan ditutup pada Sabtu, 22 Agustus 2026 oleh Kepala MI Muhammadiyah Botoputih, Muhammad Khoiril Azmi.
Dalam penutupannya, Azmi mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan manfaat kepada peserta didik.
“Setelah pelatihan ini, harapannya semua peserta dapat membelajarkan ilmu yang telah diperoleh kepada anak didik. Jangan sampai ilmu yang kita dapatkan berhenti setelah pelatihan selesai. Justru setelah pelatihan inilah proses yang sebenarnya dimulai,” pesannya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara MI Muhammadiyah Botoputih, BA Aisyiyah 1 Botoputih, dan TPQ An-Nur Gendon. Kesamaan metode dan arah pembelajaran diharapkan dapat menciptakan proses pendidikan Al-Qur’an yang lebih terarah dan tidak terputus ketika anak berpindah dari satu jenjang pendidikan ke jenjang berikutnya.
Melalui kegiatan TOT Metode Muri-Q ini, MI Muhammadiyah Botoputih berupaya memperkuat budaya Al-Qur’an di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan metode menghafal, melainkan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kompetensi pendidik serta menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, menyenangkan, dan berkelanjutan.
Dengan bekal yang telah diperoleh, para peserta diharapkan mampu menerapkan Metode Muri-Q di lembaga masing-masing dan meneruskan manfaatnya kepada para peserta didik. Dari para pendidik, ilmu tersebut diharapkan terus mengalir kepada anak-anak dan menjadi bagian dari perjalanan membangun generasi Qur’ani di Botoputih.












