SD Muhammadiyah Parakan Terima Kunjungan Study Tiru dari Dua Sekolah Muhammadiyah di Bantul
Temanggung, Kamis, 27 Agustus 2026 — SD Muhammadiyah Parakan kembali mendapat kunjungan study tiru dari sekolah Muhammadiyah. Kali ini, SD Muhammadiyah Parakan menerima rombongan dari SD Muhammadiyah Pandeyan, Sewon, Bantul dan SD Muhammadiyah Mrisi, Kasihan, Bantul.
Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta, terdiri atas kepala sekolah, guru, dan BPH, berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 14.30 WIB. Kunjungan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam pengelolaan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan foto bersama dan sambutan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Parakan, dilanjutkan dengan penyampaian tujuan kunjungan. Beberapa fokus yang menjadi bahan diskusi dalam study tiru ini meliputi manajemen sekolah, program unggulan, budaya mutu, serta strategi branding sekolah dalam mendukung peningkatan SPMB.
Menariknya, konsep study tiru kali ini tidak hanya berfokus pada pemaparan materi di dalam ruangan. Presentasi hanya mengambil porsi sekitar 30 persen, sedangkan 70 persen kegiatan dilakukan melalui konsep living school tour. Para peserta diajak berkeliling melihat secara langsung berbagai sudut sekolah sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana setiap fasilitas dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran siswa.
Rombongan mengunjungi berbagai fasilitas, mulai dari masjid, kantin, UKS, ruang BK, green house, perpustakaan, hingga berbagai ruang dan lingkungan sekolah lainnya. Di setiap titik, peserta mendapatkan gambaran mengenai fungsi, pengelolaan, serta pemanfaatannya dalam mendukung pembentukan karakter, kemandirian, kenyamanan, dan pengalaman belajar siswa.
Konsep living school tour tersebut mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta. Mereka tidak hanya melihat fasilitas secara fisik, tetapi juga memahami bagaimana sebuah lingkungan sekolah dapat “hidup” dan menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa study tiru bukan berarti semua hal harus ditiru secara utuh. Setiap sekolah memiliki karakter, sumber daya, budaya, dan kondisi yang berbeda. Karena itu, praktik baik yang ditemukan selama kunjungan diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk kemudian dipilih, dimodifikasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing sekolah.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari SD Muhammadiyah Parakan kepada rombongan tamu, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai penutup kegiatan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga sekolah Muhammadiyah.
Melalui kegiatan study tiru ini, diharapkan terjalin silaturahmi dan kolaborasi yang semakin kuat antara SD Muhammadiyah Parakan, SD Muhammadiyah Pandeyan, dan SD Muhammadiyah Mrisi.
Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan melahirkan inovasi baru yang dapat diterapkan sesuai dengan karakter masing-masing sekolah.
Semoga pengalaman yang diperoleh selama living school tour dapat membawa inspirasi bagi kedua sekolah tamu untuk terus mengembangkan manajemen yang lebih efektif, budaya mutu yang semakin kuat, program unggulan yang berdampak, serta branding sekolah yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mutu layanan pendidikan.
Pada akhirnya, semoga kunjungan ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan satu hari, tetapi berkembang menjadi jejaring kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah yang saling menguatkan, saling menginspirasi, dan bersama-sama menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas, berkemajuan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Alhamdulillah, belajar bersama, tumbuh bersama, dan maju bersama.












