Semarak Muktamar XV dan Milad ke-95, Nasyiatul Aisyiyah Temanggung Cetak Kader Peduli Lingkungan Lewat Pelatihan Ekoenzim
TEMANGGUNG – Semangat mewujudkan peradaban berkelanjutan ditunjukkan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Temanggung melalui Pelatihan Pembuatan Ekoenzim yang digelar di kawasan wisata Rowo Gembongan, Kaloran, Ahad (14/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muktamar XV dan Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah.
Sebanyak 50 kader Nasyiatul Aisyiyah dari tingkat ranting, cabang, hingga daerah mengikuti pelatihan yang mengangkat isu pengelolaan sampah organik sebagai salah satu langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Mengusung tema Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah, “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan,” kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan peran perempuan muda Muhammadiyah sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Ketua PDNA Kabupaten Temanggung, Sri Mutinah, S.Pd., mengatakan bahwa persoalan sampah merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan perempuan, khususnya dalam lingkup rumah tangga. Karena itu, kader Nasyiatul Aisyiyah perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah secara bijak.
“Pelatihan pembuatan ekoenzim ini merupakan langkah awal kader Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Temanggung dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya perempuan yang berinteraksi langsung dengan sampah rumah tangga,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia berharap seluruh pimpinan cabang dan ranting dapat menindaklanjuti melalui gerakan nyata di wilayah masing-masing sehingga lahir budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, PDNA Temanggung menggandeng Paguyuban Bank Sampah Kabupaten Temanggung sebagai mitra edukasi. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemilahan sampah rumah tangga, hingga praktik pengolahan limbah organik menjadi ekoenzim.
Ketua Paguyuban Bank Sampah Kabupaten Temanggung, Wasisto, menjelaskan bahwa tingginya volume sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar. Ia menilai rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menjadi salah satu penyebab utama persoalan tersebut.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat mulai dari rumah tangga untuk mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya,” jelasnya.
Data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung menunjukkan bahwa sekitar 47 persen komposisi sampah di Kabupaten Temanggung berasal dari sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur rumah tangga. Kondisi ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sri Rejeki, S.Pd., Pengurus Paguyuban Bank Sampah Kabupaten Temanggung Bidang Produksi dan Kreasi. Ia menjelaskan bahwa ekoenzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ekoenzim dapat menjadi alternatif pengganti berbagai produk berbahan kimia yang umum digunakan masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan, ekoenzim dapat dimanfaatkan sebagai pembersih rumah tangga, pupuk cair organik, pengurai limbah, hingga pengendali hama alami. Selain membantu mengurangi volume sampah, penggunaan ekoenzim juga dinilai lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Tidak hanya mendapatkan teori, para peserta juga diajak langsung mempraktikkan pembuatan ekoenzim secara berkelompok. Dengan memanfaatkan limbah buah dan sayuran, mereka mempelajari tahapan pembuatan mulai dari pemilihan bahan, pencampuran komposisi, hingga proses fermentasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan sampah dan pemanfaatan ekoenzim dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta, Apriliani, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat.
“Acara sangat seru dan asyik. Banyak ilmu yang bisa dibawa pulang untuk dipraktikkan di rumah,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pemateri membagikan sejumlah produk ekoenzim kepada peserta yang aktif selama pelatihan.
Melalui kegiatan ini, PDNA Temanggung berharap kader Nasyiatul Aisyiyah dapat menjadi pelopor pengelolaan sampah organik di lingkungan masing-masing serta menginspirasi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan demi terwujudnya peradaban yang berkelanjutan.
(EN)












