Tidak Menunggu Instruksi untuk Terus Belajar, Guru SD Muhammadiyah Parakan Lolos hingga Graduation Wardah Inspiring Teacher Gen 8
TEMANGGUNG — Menjadi seorang guru bukan berarti berhenti belajar. Justru ketika memilih jalan sebagai pendidik, kemauan untuk terus bertumbuh dan mengembangkan diri menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional seorang guru.
Semangat tersebut ditunjukkan oleh Ibu Imra Atun Hasanah, M.Pd., guru SD Muhammadiyah Parakan, yang berhasil mengikuti rangkaian program Wardah Inspiring Teacher (WIT) Gen 8 hingga mencapai tahap akhir dan mengikuti Graduation WIT Gen 8.
Pencapaian tersebut tentu tidak diperoleh dalam waktu singkat. WIT Gen 8 menjadi ruang bagi para guru untuk terus belajar, mengembangkan diri, melakukan refleksi, menyelesaikan berbagai tugas, serta mengembangkan aksi dan praktik perubahan dalam proses pendidikan.
Dalam rangkaian tersebut, setiap tahapan menuntut komitmen peserta untuk terus belajar dan menunjukkan perkembangan. Proses seleksi dan eliminasi juga menjadi bagian dari perjalanan, sehingga tidak seluruh peserta dapat melanjutkan hingga tahap berikutnya.
Di tengah proses yang panjang tersebut, Ibu Imra Atun Hasanah mampu mempertahankan komitmen belajarnya hingga akhirnya sampai pada tahap Graduation WIT Gen 8.
Belajar Tidak Harus Menunggu Instruksi
Bagi SD Muhammadiyah Parakan, capaian tersebut bukan sekadar tentang keberhasilan seorang guru menyelesaikan sebuah program. Lebih dari itu, terdapat nilai penting yang ingin terus dibangun, yaitu growth mindset dalam diri pendidik.
Kepala SD Muhammadiyah Parakan menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih Ibu Imra.
“Saya bangga atas capaian Bu Imra, beliau menunjukkan bahwa belajar tidak harus menunggu instruksi kepala sekolah. Beliau memiliki kesadaran dari dalam diri untuk terus belajar, mencari pengalaman, meningkatkan kompetensi.”
Menurutnya, sekolah memang memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang bagi guru agar dapat berkembang. Namun, kemauan untuk terus belajar tidak selalu harus menunggu adanya instruksi atau penugasan dari sekolah.
Inisiatif dari dalam diri untuk mencari pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan menjadi pribadi yang lebih baik justru menjadi modal penting bagi seorang guru untuk terus bertumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat.
“Bagi saya, inilah yang ingin terus kami tumbuhkan di SD Muhammadiyah Parakan. Guru tidak hanya mengajar anak-anak, tetapi juga terus belajar. Tidak harus menunggu ditugaskan, tetapi memiliki inisiatif untuk berkembang,” lanjutnya.
Guru sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat
Perjalanan Ibu Imra Atun Hasanah dalam mengikuti WIT Gen 8 menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk berkembang selalu terbuka bagi guru yang memiliki kemauan untuk belajar.
Menjadi pendidik bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik. Di saat yang sama, guru juga perlu terus memperbarui wawasan, mengevaluasi praktik yang telah dilakukan, dan membuka diri terhadap berbagai pengalaman baru.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan sekolah. Ketika guru memiliki kemauan untuk berkembang, proses pembelajaran pun memiliki peluang untuk terus bergerak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik.
Capaian Ibu Imra juga menjadi inspirasi bagi lingkungan SD Muhammadiyah Parakan bahwa pengembangan kompetensi dapat dimulai dari kesadaran sederhana: mau belajar dan berani mengambil kesempatan untuk berkembang.
Karena pada akhirnya, sekolah yang ingin terus maju membutuhkan guru-guru yang juga mau terus bertumbuh.
Satu guru belajar, satu guru berkembang.
Satu guru berbagi, banyak guru terinspirasi.
Dan ketika budaya belajar tumbuh bersama, sekolah pun akan ikut bergerak maju.












