Berita

Workshop Pendidikan Inklusif Digelar, Dorong Guru Muhammadiyah dan Aisyiyah Wujudkan Pendidikan Ramah bagi Semua Anak

7
×

Workshop Pendidikan Inklusif Digelar, Dorong Guru Muhammadiyah dan Aisyiyah Wujudkan Pendidikan Ramah bagi Semua Anak

Sebarkan artikel ini

Workshop Pendidikan Inklusif Digelar, Dorong Guru Muhammadiyah dan Aisyiyah Wujudkan Pendidikan Ramah bagi Semua Anak

TEMANGGUNG, 12 September 2026 — Upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam memberikan layanan pendidikan yang setara dan ramah bagi seluruh anak terus dilakukan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Temanggung. Salah satunya melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendidikan Inklusif yang mulai dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, di SD Muhammadiyah Temanggung Gedung 2.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Pendidikan yang Setara dan Ramah bagi Semua Anak”. Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Aisyiyah dalam memberikan layanan pendidikan yang ramah anak serta adaptif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.

Workshop pendidikan inklusif ini diselenggarakan dalam tiga periode, yakni 12 September untuk TK/BA Aisyiyah, 19 September untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Muhammadiyah, serta 26 September 2026 untuk KB Aisyiyah. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB di SD Muhammadiyah Temanggung Gedung 2, Jalan Mujahidin Nomor 26, Giyanti, Kecamatan Temanggung.

Membekali Guru Memahami Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusi dipandang sebagai pendekatan yang memberikan kesempatan kepada seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk belajar bersama dalam lingkungan yang sama. Prinsip tersebut menekankan pentingnya penghargaan terhadap keberagaman serta pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, setara, dan bermartabat.

Beragamnya karakteristik anak berkebutuhan khusus membuat pendidik perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Guru diharapkan mampu mengenali kebutuhan peserta didik sekaligus menentukan bentuk layanan pendidikan yang sesuai.

Melalui workshop ini, guru dibekali pemahaman mengenai pendidikan inklusif, identifikasi hambatan belajar, hingga strategi penanganan peserta didik dengan kebutuhan yang beragam. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu guru merancang pembelajaran yang lebih adaptif dan berdiferensiasi.

Adapun tujuan kegiatan meliputi pengenalan terhadap anak dengan disabilitas intelektual, permasalahan dan penanganannya, melatih guru melakukan identifikasi serta asesmen sederhana, dan meningkatkan pemahaman mengenai konsep dasar pendidikan inklusif.

Hadirkan Tiga Narasumber

Workshop menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang sesuai dengan materi pendidikan inklusif. Mereka adalah Dr. Riana Mashar, S.Psi., M.Si.Psiko, dosen psikolog UAD; Drs. Singgih Wahyu Purnomo, M.M., pemerhati penyandang disabilitas; serta Joko Prasetyo, S.Pd., M.Pd., dari Tim Pendidikan Inklusif Dinas Pendidikan.

Pada rangkaian materi, peserta mendapatkan pembahasan mengenai mengenal anak disabilitas intelektual, permasalahan dan penanganannya, praktik menangani anak dengan gangguan pendengaran, speech delay, ADHD, dan Down Syndrome, hingga materi mengenai pengelolaan kelas inklusi.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara civitas/dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sentra Terpadu Kartini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDAS), serta Pimpinan Daerah Aisyiyah melalui Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (PAUDDASMEN) Kabupaten Temanggung.

Melalui pelaksanaan workshop tersebut, diharapkan para pendidik semakin memiliki kemampuan untuk mengenali kebutuhan belajar setiap anak dan memberikan layanan pendidikan tanpa diskriminasi.

Pendidikan inklusif pada akhirnya bukan sekadar tentang menyediakan ruang belajar bersama, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang mampu menghargai setiap anak dengan segala karakteristik dan potensinya.

Fastabiqul khairat.

Komentar