Berita

Hidup-Hidupilah Muhammadiyah: Seruan Spirit Keikhlasan dari KH. Makmun Pitoyo di Kajian Rabu Pagi RS PKU Muhammadiyah Temanggung

207
×

Hidup-Hidupilah Muhammadiyah: Seruan Spirit Keikhlasan dari KH. Makmun Pitoyo di Kajian Rabu Pagi RS PKU Muhammadiyah Temanggung

Sebarkan artikel ini

Hidup-Hidupilah Muhammadiyah: Seruan Spirit Keikhlasan dari KH. Makmun Pitoyo di Kajian Rabu Pagi RS PKU Muhammadiyah Temanggung

TEMANGGUNG, 5 November 2025 — Aula RS PKU Muhammadiyah Temanggung pagi ini dipenuhi semangat spiritual dan refleksi ideologis dalam kajian rutin “Rabu Pagi” bertema “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah.” Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB ini menghadirkan KH. Ust. Makmun Pitoyo, M.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, sebagai pemateri utama.

Kajian tersebut diikuti oleh seluruh karyawan RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang hadir untuk memperdalam pemahaman tentang makna perjuangan dalam gerakan Muhammadiyah. Dalam penyampaiannya, KH. Makmun menekankan pentingnya menghidupkan semangat perjuangan Muhammadiyah secara utuh — bukan sekadar mencari keuntungan pribadi dari organisasi.

“Hidup-hidupilah Muhammadiyah berarti kita harus menjiwai ideologi dan cita-cita Muhammadiyah dengan sepenuh hati. Bukan menjadikannya ladang mencari hidup, tetapi medan berjuang dan beramal,” tegas KH. Makmun di hadapan peserta kajian.

Menghidupkan Ideologi Muhammadiyah

KH. Makmun menjelaskan bahwa semangat menghidupkan Muhammadiyah berakar pada ideologi yang dirumuskan dalam berbagai dokumen resmi organisasi, seperti Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), serta keputusan-keputusan Muktamar Muhammadiyah.

“Seluruh warga Muhammadiyah, termasuk para karyawan di Amal Usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit, sekolah, dan lembaga sosial, harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai ideologis itu. Di situlah letak ruh perjuangan kita,” jelasnya.

Menurutnya, menghidupkan Muhammadiyah bukanlah tugas pimpinan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga dan simpatisan di berbagai lini kehidupan.

“Kalau setiap kita menyalakan lilin kecil perjuangan, maka Muhammadiyah akan terus bersinar di tengah masyarakat,” tambahnya.

Menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah

Selain aspek ideologi, KH. Makmun juga menekankan pentingnya menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia mengingatkan bahwa AUM, termasuk RS PKU Muhammadiyah Temanggung, merupakan sarana dakwah nyata yang harus dijaga keberlangsungannya dengan profesionalisme, keikhlasan, dan pelayanan terbaik.

“Kita bekerja di Amal Usaha bukan sekadar mencari nafkah, tapi juga beribadah. Jika kita bekerja dengan niat yang lurus dan penuh dedikasi, maka AUM akan hidup, maju, dan membawa manfaat luas bagi umat,” tuturnya.

KH. Makmun mencontohkan, keberadaan RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai rumah sakit Islami merupakan wujud nyata kontribusi Muhammadiyah di bidang kesehatan. Karena itu, setiap tenaga medis dan karyawan diharapkan menjadikan pekerjaan mereka sebagai bagian dari dakwah dan pengabdian.

Menghidupkan Organisasi Otonom (Ortom)

Dalam bagian akhir ceramahnya, KH. Makmun juga menyinggung pentingnya menghidupkan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan lainnya. Ia menilai Ortom sebagai kawah candradimuka kader yang menjaga kesinambungan gerakan dakwah.

“Kalau Ortom lemah, maka regenerasi juga lemah. Hidup-hidupilah Ortom, agar semangat dan cita-cita Muhammadiyah terus tumbuh lintas generasi,” ujarnya.

Membangun Semangat Kolektif

Kajian diakhiri dengan doa bersama dan ajakan reflektif bagi seluruh peserta untuk menanamkan nilai ikhlas dan tanggung jawab dalam bekerja. Direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggung dalam sambutan penutupnya menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan yang disampaikan pemateri.

“Pesan KH. Makmun sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Kami ingin seluruh karyawan tidak hanya bekerja untuk rumah sakit, tapi juga berjuang untuk menghidupkan semangat Muhammadiyah dalam setiap tindakan,” ungkapnya.

Suasana hangat dan penuh semangat tampak ketika peserta meninggalkan aula. Banyak di antara mereka yang mengaku termotivasi untuk lebih memahami makna bekerja di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.

Dengan tema yang sarat makna dan refleksi, kajian Rabu pagi di RS PKU Muhammadiyah Temanggung ini menjadi pengingat bahwa Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan dakwah yang hidup dalam amal dan pengabdian setiap anggotanya.

Komentar