Berita

Perjusa dan Fortasi SMP Muhammadiyah 4 Kranggan Bekali Siswa Baru dengan Karakter, Kedisiplinan, dan Spiritualitas

5
×

Perjusa dan Fortasi SMP Muhammadiyah 4 Kranggan Bekali Siswa Baru dengan Karakter, Kedisiplinan, dan Spiritualitas

Sebarkan artikel ini

Perjusa dan Fortasi SMP Muhammadiyah 4 Kranggan Bekali Siswa Baru dengan Karakter, Kedisiplinan, dan Spiritualitas

TEMANGGUNG – SMP Muhammadiyah 4 Kranggan (Mudyapatra) menggelar Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) yang dirangkaikan dengan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) sebagai bagian dari penerimaan anggota baru Hizbul Wathan (HW). Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Kader Hizbul Wathan yang Mandiri, Berakhlak Mulia, dan Tangguh di Era Digital” ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (24–25 Juli 2026), di kompleks SMP Muhammadiyah 4 Kranggan.

Sebanyak 56 peserta didik baru kelas VII mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi 22 siswa kelas VIII dan IX sebagai petugas Tasmi’ Al-Qur’an, 10 guru pendamping, Dewan Pengenal Hizbul Wathan, serta menghadirkan personel Koramil Kecamatan Kranggan dan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Temanggung sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan Tasmi’ Juz 30 yang dilantunkan oleh siswa kelas VIII dan IX. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi pembuka rangkaian Perjusa sekaligus memberikan suasana religius bagi seluruh peserta sebelum memasuki upacara pembukaan dan kegiatan orientasi.

Setelah upacara pembukaan, peserta mendirikan tenda dan menata area perkemahan sebagai bagian dari latihan kemandirian dan kerja sama. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Jumat berjamaah dan makan siang bersama.

Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan kedisiplinan yang dipandu langsung oleh personel Koramil Kecamatan Kranggan. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali dasar-dasar baris-berbaris, kedisiplinan, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan sebagai bekal membangun karakter yang tangguh.

Selain itu, peserta juga memperoleh materi Ke-IPM-an, Kepanduan Hizbul Wathan, literasi digital, serta edukasi mengenai pencegahan perundungan. Materi tersebut disampaikan oleh tim fasilitator PD IPM Kabupaten Temanggung bersama para pembina Hizbul Wathan sekolah sebagai upaya mengenalkan nilai-nilai organisasi, kepemimpinan, dan karakter pelajar Muhammadiyah sejak dini.

Pada malam hari, suasana keakraban dibangun melalui upacara api unggun dan pentas seni yang menampilkan kreativitas setiap regu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib dan Isya berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta renungan malam yang menjadi salah satu agenda utama dalam pembinaan mental dan spiritual peserta.

Renungan malam yang berlangsung pada dini hari mengajak peserta melakukan refleksi diri, meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, memperkuat bakti kepada orang tua, serta membangun komitmen menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan dilanjutkan dengan qiyamullail, salat Tahajud, salat Subuh berjamaah, dan kultum.

Memasuki pagi hari, peserta mengikuti senam bersama, jelajah alam, outbound edukatif, serta aksi hijau berupa kerja bakti membersihkan area perkemahan dan penanaman tanaman hias sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian Perjusa dan Fortasi ditutup melalui upacara penutupan yang disertai pelantikan anggota baru Hizbul Wathan, pengumuman regu terbaik, serta penyerahan penghargaan kepada peserta.

Kepala SMP Muhammadiyah 4 Kranggan, Juminten, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Perjusa merupakan sarana pembinaan karakter yang memadukan aspek spiritual, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebersamaan.

“Perjusa ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk melatih kemandirian, mental, dan spiritual para siswa baru. Diawali dengan keberkahan lantunan Tasmi’ Al-Qur’an, pembekalan kedisiplinan dan PBB langsung dari Koramil Kecamatan Kranggan, serta materi dari PD IPM Temanggung, kami membimbing anak-anak agar memiliki fondasi iman yang kokoh, disiplin, berakhlak mulia, serta siap menjadi kader Muhammadiyah yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, Hizbul Wathan, Koramil Kecamatan Kranggan, dan PD IPM Kabupaten Temanggung menjadi kekuatan dalam menghadirkan pendidikan karakter yang komprehensif bagi peserta didik baru. Pendampingan yang dilakukan secara humanis dan ramah anak juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Melalui Perjusa dan Fortasi ini, SMP Muhammadiyah 4 Kranggan berharap peserta didik baru tumbuh menjadi kader Hizbul Wathan yang mandiri, disiplin, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, cinta tanah air, serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta pembentukan generasi Muhammadiyah yang berkemajuan.

Komentar