Berita

Jelang Ujian dan Wisuda Tahfidz, 72 Siswa MIMDA Ikuti Dauroh Selama Tiga Hari

4
×

Jelang Ujian dan Wisuda Tahfidz, 72 Siswa MIMDA Ikuti Dauroh Selama Tiga Hari

Sebarkan artikel ini

Jelang Ujian dan Wisuda Tahfidz, 72 Siswa MIMDA Ikuti Dauroh Selama Tiga Hari

Danurejo, 30 Agustus 2026 — Semangat mencintai dan menghafal Al-Qur’an terus ditanamkan di MI Muhammadiyah Danurejo (MIMDA). Sebanyak 72 siswa kelas 2 hingga kelas 6 mengikuti Dauroh Tahfidz Al-Qur’an selama tiga hari, Jumat–Ahad, 28–30 Agustus 2026, di lingkungan MI Muhammadiyah Danurejo.

Mengusung tema “Grow in Faith, Strong in Memorization”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MIMDA dalam memperkuat hafalan sekaligus menumbuhkan keimanan dan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Dauroh ini juga menjadi tahap persiapan menghadapi Ujian Tahfidz dan Wisuda Tahfidz yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Selama kegiatan, seluruh guru Tahfidz MIMDA terlibat sebagai pendamping dan pembimbing siswa. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti program pemadatan Tahfidz selama tiga pekan. Dauroh kemudian menjadi tahap lanjutan untuk memberikan penguatan secara lebih intensif, mulai dari kelancaran hafalan, ketepatan bacaan, hingga kesiapan mental menghadapi ujian.

Berbagai kegiatan dilakukan selama tiga hari, di antaranya ziyadah atau penambahan hafalan, murajaah, penguatan hafalan, setoran hafalan, serta pemberian motivasi untuk menjadi hafidz dan pecinta Al-Qur’an. Agar proses pembelajaran tetap menyenangkan, peserta juga diajak mengikuti permainan ringan bernuansa Islami yang sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa.

Tidak hanya mengejar target hafalan, Dauroh Tahfidz MIMDA juga diarahkan untuk membangun karakter siswa. Melalui tema yang diusung, para siswa diajak memahami bahwa proses menghafal Al-Qur’an merupakan perjalanan untuk menumbuhkan iman, melatih kedisiplinan dan kesabaran, serta membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kepala MI Muhammadiyah Danurejo berharap dauroh tersebut dapat memberikan penguatan kepada siswa, baik dari sisi hafalan maupun kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.

“Dauroh ini bukan sekadar memadatkan hafalan, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam iman, belajar disiplin, dan semakin mencintai Al-Qur’an. Semoga setelah mengikuti dauroh ini, hafalan anak-anak semakin kuat dan mereka semakin siap menghadapi Ujian Tahfidz serta Wisuda Tahfidz pada Oktober nanti.”

Dauroh Tahfidz MIMDA menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target hafalan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an.

Melalui semangat “Grow in Faith, Strong in Memorization”, MIMDA terus berupaya menumbuhkan generasi yang kuat imannya, kokoh hafalannya, dan mulia akhlaknya.

Komentar