Berita

Tiga Amalan yang Jangan Sampai Ditinggalkan: Pesan Ustadz Agus Effendy dalam Kajian Ahad Pagi di Bolang

210
×

Tiga Amalan yang Jangan Sampai Ditinggalkan: Pesan Ustadz Agus Effendy dalam Kajian Ahad Pagi di Bolang

Sebarkan artikel ini

Tiga Amalan yang Jangan Sampai Ditinggalkan: Pesan Ustadz Agus Effendy dalam Kajian Ahad Pagi di Bolang

Temanggung — Suasana Masjid Baiturrahman Dusun Bolang, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, tampak ramai pada Ahad (9/11/2025) pagi. Sejak pukul 05.00 WIB, masyarakat Dusun Bolang dan sekitarnya antusias mengikuti Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 06.00 WIB ini menghadirkan Ustadz Agus Effendy, M.Ag., Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Tiga Amalan yang Jangan Sampai Ditinggalkan”—sebuah pesan sederhana namun bermakna tentang kebiasaan baik yang perlu dijaga oleh setiap muslim.

Dalam pembukaannya, Ustadz Agus mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk berkumpul di rumah Allah di waktu pagi merupakan karunia besar yang tidak semua orang dapatkan.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesempatan untuk hadir di tempat terbaik, pada waktu terbaik, dengan tujuan yang baik. Tidak semua orang mendapatkan nikmat seperti ini,” tutur Ustadz Agus di awal kajian.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan tiga amalan utama yang sebaiknya tidak pernah ditinggalkan meskipun dalam kondisi sulit, yaitu shadaqah, senyum, dan berprasangka baik.

Pertama, membiasakan shadaqah. Menurut Ustadz Agus, shadaqah bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga cerminan keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir.

“Shadaqah adalah ukuran keimanan kita kepada Allah dan hari akhir. Bahkan ketika dalam kesulitan, tetaplah bershadaqah, karena Allah tidak melihat besar kecilnya, tapi keistiqamahan dan keikhlasannya,” jelasnya.

Ia juga menukil firman Allah dalam QS. Al-Munafiqun ayat 10, yang berisi peringatan agar manusia bershadaqah sebelum datangnya kematian, serta menyebut bahwa shadaqah dapat menjadi sebab dihindarkannya seseorang dari kematian yang buruk dan mengurangi panasnya siksa kubur.

Kedua, membiasakan senyum, bahkan di saat hati sedang berduka. Menurut beliau, senyum merupakan amal ringan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

“Senyum adalah tanda keridhaan terhadap ketentuan Allah. Orang yang tetap mampu tersenyum di tengah ujian berarti hatinya lapang dan berserah diri kepada Allah,” ujarnya.

Ketiga, berprasangka baik (husnuzan), terutama dalam kondisi sulit. Sikap ini, kata Ustadz Agus, menunjukkan kedewasaan iman seseorang.

“Orang yang mampu berprasangka baik dalam situasi sulit, berarti ia yakin bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana terbaik Allah SWT,” ungkapnya.

Kajian yang berlangsung hangat dan penuh makna ini ditutup dengan doa penutup majelis. Para jamaah terlihat antusias dan khusyuk mengikuti hingga akhir acara.

Melalui pesan yang disampaikannya, Ustadz Agus Effendy mengingatkan bahwa tiga amalan sederhana—shadaqah, senyum, dan berprasangka baik—dapat menjadi sumber kekuatan rohani dan jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna serta diridhai oleh Allah SWT.

Komentar