Berita

Kajian Islam Masjid Al Furqan Ngadirejo Kupas Kitab Minhajul Muslim Bab Taharah

176
×

Kajian Islam Masjid Al Furqan Ngadirejo Kupas Kitab Minhajul Muslim Bab Taharah

Sebarkan artikel ini

Kajian Islam Masjid Al Furqan Ngadirejo Kupas Kitab Minhajul Muslim Bab Taharah

NGADIREJO, TEMANGGUNG – Masjid Al Furqan Ngadirejo kembali menggelar kajian rutin Malam Rabu yang menjadi salah satu agenda unggulan bagi jamaah setempat. Kajian yang berlangsung pada Selasa (2/12/2025) ini diisi oleh KH. M. Syaefudin, S.Sy., S.Th.I, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, dan dihadiri hampir 100 jamaah dari berbagai kalangan.

Masjid Al Furqan sendiri baru saja memperoleh peringkat keempat dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award 2025 PDM Temanggung pada Ahad (30/11) lalu. Prestasi tersebut menegaskan bahwa masjid ini merupakan salah satu pusat kegiatan keislaman yang aktif dan konsisten menyelenggarakan pembinaan umat.

Kupas Tuntas Bab Taharah dari Kitab Minhajul Muslim

Dalam kajian yang dimulai ba’da Maghrib hingga Isya tersebut, KH. M. Syaefudin membahas Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, khususnya bab ibadah, sub bab taharah. Materi disampaikan secara rinci, sistematis, dan mudah dipahami sehingga jamaah dapat mengikuti pemaparan dengan antusias.

Beliau menyampaikan bahwa taharah (bersuci) merupakan kewajiban agama berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dalil Wajibnya Taharah dari Al-Qur’an:

  1. “Dan jika kalian dalam kondisi junub, maka bersucilah kalian.” (QS Al-Maidah: 6)

  2. “Dan pakaian kalian sucikanlah.” (QS Al-Mudatsir: 4)

  3. “Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang bersuci.” (QS Al-Baqarah: 222)

Dalil Wajibnya Taharah dari As-Sunnah:

  1. “Kunci salat adalah taharah.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad)

  2. “Tidak diterima suatu salat tanpa taharah.” (HR. Muslim)

  3. “Taharah adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Penjelasan Jenis-Jenis Taharah

KH. M. Syaefudin menjelaskan bahwa taharah terbagi menjadi dua macam besar: taharah batin dan taharah zahir.

1. Taharah Batin

Taharah batin meliputi penyucian jiwa (taharah nafsi) dan hati (taharah qalbi) dari berbagai penyakit batin seperti syirik, ragu dalam akidah, hasad, kebencian, sombong, ujub, riya, serta sifat-sifat buruk lainnya.

Cara membersihkan batin, menurut beliau, dilakukan dengan:

  • Ikhlas

  • Keyakinan yang benar

  • Mencintai kebaikan

  • Lemah lembut

  • Kejujuran

  • Tawadhu

  • Mengharap perjumpaan dengan Allah dalam setiap amal saleh

2. Taharah Zahir

Taharah zahir atau lahir mencakup penyucian diri dari najis dan hadas.

Bersuci dari najis dilakukan dengan menggunakan air hingga hilang dari:

  • Pakaian orang yang salat

  • Badan orang yang salat

  • Tempat salat

Menyucikan diri dari hadas dilakukan melalui:

  • Wudhu

  • Mandi

  • Tayamum

Antusiasme Jamaah dan Konsistensi Masjid dalam Pembinaan Umat

Kajian berlangsung interaktif, dengan jamaah antusias menyimak penjelasan dan mencatat poin penting dari materi taharah. Kehadiran hampir 100 jamaah menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kajian keislaman yang disampaikan secara mendalam namun mudah dipahami.

Masjid Al Furqan Ngadirejo dikenal aktif menyelenggarakan beragam kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial. Keberhasilan meraih peringkat keempat dalam CRM Award 2025 menjadi bukti konsistensi pengelolaan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang berkemajuan.

Komentar