Berita

KAJIAN PIMPINAN PCM TEMANGGUNG: Penguatan Pemberdayaan Masjid sebagai Poros Gerakan Jamaah

237
×

KAJIAN PIMPINAN PCM TEMANGGUNG: Penguatan Pemberdayaan Masjid sebagai Poros Gerakan Jamaah

Sebarkan artikel ini

KAJIAN PIMPINAN PCM TEMANGGUNG: Penguatan Pemberdayaan Masjid sebagai Poros Gerakan Jamaah

TEMANGGUNG — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Temanggung kembali menyelenggarakan Kajian Pimpinan pada Jumat Legi, 5 Desember 2025 bertempat di Masjid Arrohmah Gendengan, PRM Temanggung I. Kajian menghadirkan Ust. Abdul Malik, S.Pd.I, anggota KMM PCM Temanggung sekaligus pengajar di SD Muhammadiyah Temanggung.

Kegiatan yang dihadiri pimpinan ranting, takmir masjid, serta kader Muhammadiyah ini mengusung tema utama pemberdayaan masjid dan optimalisasi jejaring masjid di lingkungan PCM Temanggung.


Masjid sebagai Pusat Mobilisasi Jamaah

Dalam penyampaiannya, Ust. Abdul Malik menegaskan bahwa masjid dalam gerakan Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi pusat mobilisasi umat, penguatan jamaah, dan sentral peradaban.

Beliau menekankan:

“Tanggung jawab utama takmir bukan hanya mengurus bangunan masjid, tetapi memobilisasi jamaah dan menghidupkan aktivitas-aktivitas yang menshalatkan orang hidup.”

Melalui fungsi ini, masjid diharapkan mampu mendorong jamaah untuk:

  1. aktif dalam kegiatan keagamaan,

  2. terlibat dalam dakwah sosial,

  3. serta merasakan manfaat nyata dari program masjid.


Optimalisasi Jejaring Masjid PCM Temanggung

Dalam pembahasan berikutnya, Ust. Abdul Malik menyoroti pentingnya memperkuat jejaring masjid di bawah PCM Temanggung. Jejaring yang solid akan memudahkan:

  • pertukaran program serta kegiatan,

  • penguatan kapasitas takmir melalui pelatihan,

  • konsolidasi dakwah di tingkat ranting dan cabang,

  • serta menjadikan masjid ruang kolaborasi antar-AUM dan ortom.

Beliau juga mendorong setiap masjid memiliki:

  1. program pembinaan jamaah yang terstruktur,

  2. data jamaah yang jelas,

  3. agenda mingguan dan bulanan yang hidup,

  4. suasana ramah bagi masyarakat,

  5. hubungan aktif dengan masjid lain di bawah PCM.


Masjid Harus Menghidupkan Umat

Pada sesi diskusi, peserta mengangkat berbagai tantangan masjid modern, seperti:

  • minimnya partisipasi pemuda,

  • kebutuhan digitalisasi kegiatan,

  • hingga perlunya manajemen masjid yang profesional.

Ust. Abdul Malik menegaskan bahwa keberhasilan takmir bukan diukur dari rutinitas ibadah, tetapi sejauh mana masjid mampu menghidupkan umat.

Beliau juga mengingatkan bahwa pemberdayaan masjid adalah tanggung jawab bersama—tak hanya takmir, tetapi juga ortom, AUM, serta seluruh pimpinan Muhammadiyah.


Kiat-Kiat Menjadi Takmir Masjid

Sebagai bagian penting dari kajian, Ust. Abdul Malik menyampaikan sejumlah prinsip bagi takmir agar dapat menjalankan amanah dengan baik.


1. Khidmat

  • Mengelola masjid membutuhkan kesungguhan, keahlian, dan ketulusan.

  • Dakwah harus berada di jalan yang benar, mengarahkan umat kepada kebaikan.

2. Profesional

  • Masjid adalah milik Allah, bukan milik kelompok tertentu.

  • Takmir dipilih untuk mengurus, bukan menguasai masjid.

  • Manajemen kegiatan, kebersihan, dan keuangan harus transparan dan rapi.

  • Program kerja harus terukur dan memberi manfaat nyata.

3. Serius dalam Mengurus Masjid

  • Kesungguhan adalah kunci kemakmuran masjid.

  • Masjid harus menjadi prioritas dalam hidup para takmir.

4. Amanah

  • Takmir berkewajiban membuka akses masyarakat ke masjid, bukan menutupnya.

  • Idealnya masjid terbuka setiap waktu untuk umat.

  • Kebersihan dan keharmonisan lingkungan adalah bagian dari amanah.

  • Takmir selalu berada dalam pengawasan Allah dan malaikat.

5. Mengurus Masjid dengan Logika Iman

Pengelolaan masjid harus berdasar pada keimanan—setiap keputusan berorientasi pada pertolongan Allah dan keberkahan rumah-Nya.


Penutup

Kajian ditutup dengan ajakan agar seluruh pimpinan PCM Temanggung bergandengan tangan menjadikan masjid sebagai pusat dakwah yang progresif, bersih, ramah, serta menjadi ruang pendidikan umat.

PCM Temanggung berharap kajian ini menjadi pemantik lahirnya program pemberdayaan masjid yang lebih inovatif dan berdampak bagi masyarakat.

Komentar