Peringati Hari Ibu, PCM Kandangan Bedah “Kemuliaan Wanita” dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Nurul Iman
KANDANGAN, TEMANGGUNG – Suasana sejuk khas kaki gunung di wilayah Kandangan menyambut ratusan jamaah yang memadati Masjid Nurul Iman, Dusun Punduhan, Desa Kandangan, pada Ahad Pahing, 21 Desember 2025. Kehadiran para jamaah sejak selepas subuh ini bertujuan untuk mengikuti agenda rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, yaitu Kajian Rutin Ahad Pagi.
Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan kajian kali ini. Mengambil momentum istimewa menjelang peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember, panitia mengangkat tema yang sangat menyentuh hati dan relevan dengan kondisi sosial saat ini, yakni “Kemuliaan Wanita”.
Sinergi Dakwah dan Momentum Hari Ibu
Ketua panitia penyelenggara dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Muhammadiyah, sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, senantiasa menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat. Melalui organisasi otonomnya seperti ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah, Muhammadiyah telah lama memperjuangkan harkat dan martabat wanita.
“Kajian pagi ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para ibu dan kaum wanita di wilayah Kandangan. Kami ingin mengingatkan kembali betapa Islam sangat memuliakan wanita, baik sebagai anak, istri, maupun ibu yang menjadi madrasah pertama bagi generasi penerus bangsa,” ungkapnya di hadapan jamaah yang hadir dari berbagai penjuru desa.
Paparan Mendalam Ustadz Hasan Arifin
Hadir sebagai pembicara utama adalah Ustadz Hasan Arifin, S.Pd.I, yang menjabat sebagai Sekretaris Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun sarat akan makna, Ustadz Hasan memulai ceramahnya dengan mengutip berbagai ayat Al-Qur’an dan Hadits yang menegaskan tingginya derajat wanita.
Beliau menekankan bahwa kemuliaan wanita dalam Islam bukanlah sekadar slogan. “Islam datang untuk mengangkat derajat wanita dari kegelapan zaman jahiliyah menuju cahaya kemuliaan. Rasulullah SAW bahkan menyebut nama ‘Ibu’ sebanyak tiga kali sebelum ‘Ayah’ ketika ditanya tentang siapa yang paling berhak mendapatkan bakti terbaik kita,” terang Ustadz Hasan.
Dalam durasi satu jam, dari pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, Ustadz Hasan juga mengupas peran strategis wanita dalam membangun peradaban. Beliau mengingatkan bahwa di balik laki-laki yang hebat, selalu ada wanita (ibu atau istri) yang luar biasa di belakangnya. Di tengah tantangan zaman modern dan digitalisasi, peran wanita sebagai penjaga moral keluarga menjadi sangat krusial.
Antusiasme Jamaah dan Spirit “Infaq Terbaik”
Meskipun acara dimulai sangat pagi, antusiasme warga Kandangan tidak surut. Ruang utama Masjid Nurul Iman hingga serambi dipenuhi oleh jamaah laki-laki dan perempuan. Tidak hanya kaum tua, tampak pula barisan pemuda yang tergabung dalam PCPM dan KOKAM Kandangan yang turut membantu kelancaran acara serta menyimak materi dengan khidmat.
Sesuai dengan arahan di poster kegiatan, jamaah juga tampak antusias memberikan “Infaq Terbaik” mereka. Dana yang terkumpul melalui kotak infaq ini nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan dakwah PCM Kandangan serta program-program kemanusiaan lainnya yang dikelola melalui Lazismu.
Kegiatan ini juga disiarkan secara tunda melalui kanal media sosial Suara Pemuda, yang menjadi corong informasi bagi kegiatan kepemudaan dan dakwah di lingkungan Muhammadiyah Kandangan. Hal ini dilakukan agar pesan-pesan kebaikan yang disampaikan oleh Ustadz Hasan Arifin dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, tidak hanya mereka yang hadir secara fisik di masjid.
Menuju Masyarakat yang Beradab
Kajian Ahad Pagi ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemuliaan para ibu di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan rutin seperti ini, PCM Kandangan berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus meningkatkan pemahaman agama yang berkemajuan.
“Kami berharap kajian bertema ‘Kemuliaan Wanita’ ini tidak hanya berhenti di telinga, tetapi meresap ke dalam perilaku sehari-hari. Mari kita muliakan ibu kita, istri kita, dan saudara perempuan kita sebagaimana teladan yang diberikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW,” pungkas Ustadz Hasan menutup kajiannya.
Dengan suksesnya acara ini, PCM Kandangan membuktikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pencerahan, dan merawat nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan semangat kebangsaan, terutama dalam menghargai peran sentral perempuan dalam keluarga dan negara.












