Berita

Baitul Arqom Perkuat Militansi Kader ‘Aisyiyah Cabang Gemawang, Jumo, dan Ngadirejo

124
×

Baitul Arqom Perkuat Militansi Kader ‘Aisyiyah Cabang Gemawang, Jumo, dan Ngadirejo

Sebarkan artikel ini

TemanggungPimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gemawang melalui Majelis Pembinaan Kader (MPK) menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom (BA) bagi pimpinan cabang ‘Aisyiyah se-Gemawang, Jumo, dan Ngadirejo pada Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026, bertempat di MI Kalibanger, Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem perkaderan utama ‘Aisyiyah yang bertujuan memperkuat ideologi, militansi, serta kapasitas kepemimpinan kader dalam menghadapi tantangan dakwah di abad kedua perjalanan organisasi.

Dalam dasar pemikirannya, Baitul Arqom menjadi ikhtiar strategis menjawab kebutuhan kader yang tidak hanya berfungsi sebagai motor penggerak organisasi, tetapi juga sebagai fasilitator dan agen perubahan di tengah masyarakat. Perkaderan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diarahkan pada internalisasi nilai kepemimpinan transformatif yang mampu melahirkan pemimpin pionir dan progresif.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kader merupakan inti pergerakan organisasi sekaligus kunci regenerasi kepemimpinan yang sehat dan dinamis. Oleh karena itu, sistem perkaderan dirancang untuk melahirkan kader beriman dan bertakwa, berorientasi pada kemajuan, serta memiliki kemampuan menguasai teknologi, media, dan informasi sebagai bagian dari strategi dakwah.

Baitul Arqom ini diikuti oleh tiga Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah, yakni PCA Gemawang, PCA Jumo, dan PCA Ngadirejo. Adapun penyelenggara kegiatan adalah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gemawang dengan pengelolaan oleh Majelis Pembinaan Kader PDA Kabupaten Temanggung.

Selama dua hari, peserta mendapatkan penguatan materi ideologi dan keorganisasian, meliputi Penguatan Ideologi Muhammadiyah (Muqaddimah AD Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, MKCH, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, dan Masailul Khams), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Kepribadian ‘Aisyiyah, Risalah Perempuan Berkemajuan, Kepemimpinan Digital, serta Profil Tokoh ‘Aisyiyah.

Pembukaan kegiatan diisi dengan sambutan dan arahan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat, dilanjutkan dengan penyerahan peserta kepada Master of Training. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, diawali dengan pretest, sesi materi, hingga penutupan pada hari kedua.

Secara keseluruhan, anggaran kegiatan bersumber dari sumbangan wajib peserta dari tiga cabang serta donatur, dengan total pembiayaan sebesar Rp8.390.000 yang digunakan untuk administrasi, akomodasi narasumber, konsumsi, publikasi, dan kebutuhan teknis lainnya.

Melalui Baitul Arqom ini, diharapkan terbangun kesatuan sikap, integritas, wawasan, serta komitmen pimpinan ‘Aisyiyah dalam mengembangkan, mensosialisasikan, dan memperjuangkan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah melalui program dan gerakan ‘Aisyiyah yang berkemajuan.

Komentar