Berita

Seminar Ideologi Dakwah Perkuat Militansi Korps Mubaligh Muhammadiyah Temanggung

126
×

Seminar Ideologi Dakwah Perkuat Militansi Korps Mubaligh Muhammadiyah Temanggung

Sebarkan artikel ini

Seminar Ideologi Dakwah Perkuat Militansi Korps Mubaligh Muhammadiyah Temanggung

TemanggungKorps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Kabupaten Temanggung menggelar Seminar Mubaligh bertajuk Ideologi Dakwah Muhammadiyah pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung melalui Majelis Tabligh ini diikuti sekitar 100 mubaligh dan mubalighot se-Kabupaten Temanggung.

Seminar tersebut turut dihadiri Ketua PDM Temanggung, Ketua Majelis Tabligh PDM Temanggung, perwakilan Kementerian Agama, MUI, Baznas, serta unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantapan ideologi dan penguatan manhaj dakwah bagi para da’i Muhammadiyah.

Acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Ustadz Ragil, menyampaikan harapan agar KMM mampu memegang amanah sebagai da’i di pelosok Temanggung yang meneguhkan dakwah serta mencerahkan masyarakat.

Perwakilan MUI, KH. Drs. M. Tobiq, M.Si., menegaskan bahwa MUI merupakan rumah bersama umat Islam lintas kelompok selama berada dalam bingkai ajaran Islam. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pemahaman karena perbedaan merupakan sunnatullah, sedangkan persatuan adalah perintah Allah SWT.

Sementara itu, Ketua PDM Temanggung, Ustadz Drs. KH. Makmun Pitoyo, M.Pd., menekankan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah. Menurutnya, seorang da’i perlu memahami karakter mad’u (objek dakwah) serta mengedepankan argumentasi yang baik dan santun agar pesan kebenaran dapat diterima dengan optimal.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar daerah, di antaranya Ustadz Wahyudi Abdurrohim, Lc., M.M., Ustadz Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag., dan Ustadz Lanang Mudadi, S.Pd.I.

Ustadz Wahyudi Abdurrohim memaparkan tentang Manhaj Tarjih Muhammadiyah sebagai metode pengambilan hukum dengan menguatkan dalil yang paling kuat. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah menghormati empat mazhab, namun tidak terikat pada salah satunya, melainkan memilih pendapat yang paling kuat dalilnya.

Selanjutnya, Ustadz Dr. Ali Trigiyatno menjelaskan Manhaj Tabligh Muhammadiyah sebagai prinsip dasar, tujuan, metode, dan pendekatan dalam aktivitas dakwah. Ia menekankan bahwa dakwah Muhammadiyah harus bersifat mencerahkan, menggerakkan, dan menggembirakan. Dakwah tidak boleh membuat orang menjauh, tetapi justru mendorong perubahan positif dengan pendekatan santun serta tidak menolak adat setempat yang tidak bertentangan dengan syariat.

Adapun Ustadz Lanang Mudadi mengupas strategi dakwah kontekstual. Ia mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap situasi dan kondisi mad’u. Menurutnya, materi dakwah harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan audiens agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.

Kegiatan ditutup dengan doa oleh Ketua Majelis Tabligh PDM Temanggung, Ustadz Zainal Muttaqin, S.Pd.I., berlangsung dengan khidmat. Melalui seminar ini, diharapkan para mubaligh dan mubalighot KMM Temanggung semakin kokoh dalam ideologi, matang dalam manhaj, serta bijak dalam strategi dakwah demi terwujudnya Islam yang berkemajuan di Kabupaten Temanggung.

Komentar