Temanggung, 15 Februari 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menggelar Kajian Tarjih Muhammadiyah pada Ahad Pon (15/2/2026) di SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB ini menghadirkan tiga narasumber, yakni KH. Miftahul Amili, S.Pd.I, KH. Drs. Miftahur Roudli, dan Ust. Purwadi Pangestutyas, M.Pd.
Kajian ini mengangkat dua tema utama, yaitu Tuntunan Shiyam Menurut Tarjih Muhammadiyah serta Memuliakan dan Mengiringi Jenazah Sesuai Sunnah.
Tuntunan Shiyam Menurut Tarjih Muhammadiyah
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa tuntunan shiyam (puasa) menurut Manhaj Tarjih Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang sahih, dengan pendekatan ijtihad yang sistematis dan berorientasi pada kemurnian ajaran Islam.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Niat dan keikhlasan sebagai fondasi utama ibadah puasa.
- Ketentuan waktu puasa yang dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sesuai dalil yang kuat.
- Hal-hal yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa, dijelaskan secara rinci berdasarkan fatwa tarjih.
- Puasa Ramadan, puasa sunnah, serta qadha dan fidyah, yang semuanya memiliki ketentuan tersendiri.
Ditekankan pula pentingnya memahami hikmah puasa sebagai sarana pembentukan takwa, pengendalian diri, serta kepedulian sosial.
Memuliakan dan Mengiringi Jenazah Sesuai Sunnah
Tema kedua membahas tuntunan syariat dalam memuliakan jenazah. Narasumber menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia, termasuk setelah wafatnya.
Beberapa tuntunan yang dipaparkan meliputi:
- Segera mengurus jenazah tanpa menunda-nunda, kecuali ada alasan syar’i.
- Tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
- Mengiringi jenazah dengan penuh khidmat, tidak berlebihan, serta menghindari praktik-praktik yang tidak memiliki dasar syariat.
- Larangan meratapi secara berlebihan dan anjuran memperbanyak doa bagi almarhum/almarhumah.
Peserta kajian juga diajak untuk meluruskan tradisi yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai sosial dan kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan syariat.
Penguatan Pemahaman Keagamaan
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah Temanggung dalam memperkuat pemahaman keagamaan warga persyarikatan dan masyarakat luas. Dengan kajian tarjih, diharapkan umat Islam semakin mantap dalam menjalankan ibadah berdasarkan dalil yang kuat dan pemahaman yang lurus.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir dan aktif dalam sesi tanya jawab. PDM Temanggung berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai sarana edukasi dan pencerahan umat.
















