Berita

Semarak Tarhib Ramadhan: Langkah Ceria Siswa BA dan KB Aisyiyah Kertosari Menyambut Bulan Suci

109
×

Semarak Tarhib Ramadhan: Langkah Ceria Siswa BA dan KB Aisyiyah Kertosari Menyambut Bulan Suci

Sebarkan artikel ini
Semarak Tarhib Ramadhan: Langkah Ceria Siswa BA & KB Aisyiyah Kertosari Menyambut Bulan Suci

Semarak Tarhib Ramadhan: Langkah Ceria Siswa BA dan KB Aisyiyah Kertosari Menyambut Bulan Suci

KERTOSARI, TEMANGGUNG – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kertosari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, ratusan siswa dari Bustanul Athfal (BA) dan Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah Kertosari menggelar kegiatan “Tarhib Ramadhan” sebagai bentuk ekspresi suka cita menyambut bulan penuh ampunan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Sambut Bulan Suci dengan Penuh Suka Cita” ini bukan sekadar pawai biasa. Acara ini merupakan bagian dari kurikulum karakter untuk mengenalkan nilai-nilai religiusitas sejak dini kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan berkesan.

Putih Suci di Sepanjang Jalan Kertosari

Sesuai dengan instruksi pihak sekolah, sejak pukul 07.30 WIB, area sekolah mulai dipadati oleh para wali murid yang mengantarkan putra-putri mereka. Pemandangan menarik terlihat dari seragam yang dikenakan; seluruh siswa tampil anggun dan bersahaja dengan busana Muslim bernuansa putih. Warna putih ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol kesucian hati dan kesiapan diri lahir batin dalam memasuki bulan Ramadhan.

Anak-anak tampak antusias dengan tas kecil yang tersampir di bahu mereka, berisi botol air minum untuk menjaga hidrasi selama perjalanan. Meski masih berusia dini, kedisiplinan terlihat saat mereka berkumpul tepat waktu sebelum batas maksimal pukul 07.45 WIB untuk mengikuti apel pembukaan dan doa bersama.

Semarak Tarhib Ramadhan: Langkah Ceria Siswa BA & KB Aisyiyah Kertosari Menyambut Bulan Suci

Syiar Islam Melalui Langkah Kaki Kecil

Rute Tarhib Ramadhan kali ini dirancang untuk melewati wilayah strategis, yakni kawasan Kertosari hingga Kuwaluhan. Sepanjang jalan, barisan anak-anak ini menjadi pusat perhatian warga. Dengan senyum mengembang, mereka membawa pesan damai dan kegembiraan, mengingatkan masyarakat sekitar bahwa bulan yang dinanti-nantikan akan segera tiba.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa rute ini dipilih agar anak-anak mengenal lingkungan sosial mereka sekaligus melakukan syi’ar (dakwah visual). Langkah-langkah kecil mereka di sepanjang jalan protokol desa menjadi pengingat bagi setiap orang dewasa yang melihatnya untuk turut mempersiapkan diri menyambut bulan puasa.

“Kegiatan ini sangat positif. Selain melatih fisik motorik anak dengan berjalan santai, mereka juga belajar tentang identitas muslim dan pentingnya merayakan momen ibadah dengan kegembiraan,” ujar salah satu pengajar di sela-sela kegiatan.

Koordinasi Matang dan Peran Orang Tua

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari koordinasi yang apik antara pihak sekolah dan orang tua siswa (Ayah dan Bunda). Melalui pesan singkat yang diedarkan sebelumnya, pihak sekolah menekankan pentingnya persiapan logistik sederhana seperti air putih dan tas kecil agar anak-anak tetap nyaman selama berkegiatan.

Titik akhir perjalanan atau lokasi penjemputan dipusatkan di Gedung Sasana Manunggal, Kuwaluhan—sebuah lokasi yang cukup ikonik dan mudah dijangkau bagi para orang tua yang akan menjemput. Area ini dipilih karena ruangnya yang luas, memungkinkan anak-anak untuk beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Pihak sekolah juga menunjukkan profesionalitasnya dengan sistem informasi yang dinamis. Detail waktu penjemputan dikabarkan secara real-time melalui grup komunikasi sekolah guna memastikan keamanan dan kenyamanan saat transisi kepulangan siswa.

Semarak Tarhib Ramadhan: Langkah Ceria Siswa BA & KB Aisyiyah Kertosari Menyambut Bulan Suci

Membangun Memori Positif tentang Ibadah

Tarhib Ramadhan di BA & KB Aisyiyah Kertosari ini membuktikan bahwa pendidikan agama tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas dengan metode ceramah. Dengan melibatkan panca indra, interaksi sosial, dan aktivitas fisik, anak-anak membangun memori masa kecil yang positif tentang bulan Ramadhan.

Bagi anak-anak ini, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang sebuah perayaan besar yang disambut dengan pakaian terbaik, jalan bersama teman-teman, dan keceriaan kolektif. Harapannya, ketika mereka tumbuh dewasa, semangat “Suka Cita” ini akan terus tertanam setiap kali bulan suci tiba.

Acara ditutup dengan penuh tertib di Gedung Sasana Manunggal. Wajah-wajah lelah namun bahagia terlihat jelas, menandakan bahwa misi “Tarhib” atau penyambutan ini telah berhasil menanamkan benih rindu terhadap bulan suci di hati para generasi penerus bangsa tersebut.

Komentar