Berita

Gerimis Subuh Iringi Kajian Ramadan di Dusun Bolang: Menguatkan Sunah dalam Ibadah Puasa.

94
×

Gerimis Subuh Iringi Kajian Ramadan di Dusun Bolang: Menguatkan Sunah dalam Ibadah Puasa.

Sebarkan artikel ini

Gerimis Subuh Iringi Kajian Ramadan di Dusun Bolang: Menguatkan Sunah dalam Ibadah Puasa.

Bolang — Suasana dingin disertai hujan gerimis mewarnai pelaksanaan Kajian Ramadan yang digelar pada Kamis (26/2/2026) pukul 05.00–06.00 WIB di Masjid Baiturrahman, Dusun Bolang, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PRM Bolang ini menghadirkan penceramah Ustadz Ahmad Fajar Khusnul Arifin, S.Pd.I.

Meski cuaca kurang bersahabat, jamaah tetap memadati masjid setelah azan Subuh. Selimut udara dingin yang lembap tidak menyurutkan semangat warga untuk menuntut ilmu. Panitia menyebutkan, antusiasme masyarakat justru meningkat selama Ramadan, terutama pada kajian waktu Subuh yang dinilai membawa ketenangan batin.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Fajar Khusnul Arifin menekankan pentingnya menghidupkan sunah-sunah puasa sebagai penyempurna ibadah wajib. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum pembinaan diri secara spiritual dan sosial.

“Puasa adalah madrasah takwa. Selain menjaga yang wajib, kita dianjurkan mengamalkan hal-hal yang disunnahkan agar pahala dan kualitas ibadah semakin sempurna,” ujarnya dalam petikan langsung.

Ia memaparkan sejumlah amalan sunah, di antaranya mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, memperbanyak doa, menjaga lisan, serta meningkatkan sedekah dan tilawah Al-Qur’an. Menurutnya, mengakhirkan sahur memberi kekuatan fisik dan keberkahan, sementara menyegerakan berbuka mencerminkan ketaatan pada tuntunan Nabi.

Secara tidak langsung, Ustadz Ahmad Fajar juga mengingatkan jamaah agar tidak terjebak pada rutinitas formal. Ia menuturkan bahwa esensi puasa terletak pada pengendalian diri dan kepekaan sosial. Puasa, katanya, seharusnya melahirkan empati kepada sesama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Selain itu, ia mengajak jamaah menjaga adab selama berpuasa. “Menahan diri dari amarah, ghibah, dan ucapan sia-sia merupakan bagian dari sunah yang sering diabaikan,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan puasa dapat diukur dari perubahan sikap dan akhlak setelah Ramadan.

Pembawa acara dari Bidang Dakwah PRM Bolang menyampaikan apresiasi atas kehadiran jamaah. Ia menyatakan bahwa kajian Ramadan menjadi agenda rutin yang bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Panitia juga berharap materi yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami bersyukur, meskipun hujan gerimis dan udara dingin, jamaah tetap hadir dengan penuh semangat. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu dan dakwah,” tuturnya.

Komentar