Berita

Antusiasme Meluap, Warga Luar Daerah Turut Ramaikan Sholat Idulfitri 1447 H PRM Sidorejo di Lapangan Maron

106
×

Antusiasme Meluap, Warga Luar Daerah Turut Ramaikan Sholat Idulfitri 1447 H PRM Sidorejo di Lapangan Maron

Sebarkan artikel ini

Antusiasme Meluap, Warga Luar Daerah Turut Ramaikan Sholat Idulfitri 1447 H PRM Sidorejo di Lapangan Maron

Temanggung, 20 Maret 2026 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidorejo, Temanggung, sukses menyelenggarakan Sholat Idulfitri 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026, bertempat di Lapangan Maron, Temanggung. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dengan kehadiran jemaah yang memadati lapangan, bahkan datang dari berbagai wilayah di luar lingkungan PRM Sidorejo.

Bertindak selaku khatib dalam pelaksanaan Sholat Idulfitri tersebut adalah Ustaz Hasan Abu Arfa, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Temanggung, sebuah lembaga di bawah naungan Majelis Tabligh PDM Temanggung. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai alumni Pondok Modern Assalaam Temanggung.

Sementara itu, yang bertugas sebagai imam adalah putra beliau, Ananda Arfa Iqyan Ahsani, yang kini menempuh pendidikan sebagai santri di Pondok Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta. Menariknya, Arfa Iqyan Ahsani merupakan alumni TK ABA Tahfidz Al Ashr angkatan ke-2, yang merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah PRM Sidorejo. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SD Muhammadiyah Temanggung Program Tahfidz, juga sebagai angkatan ke-2. Kehadiran imam muda ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Muhammadiyah Sidorejo, karena menunjukkan kesinambungan kaderisasi dan keberhasilan pendidikan tahfidz di lingkungan AUM setempat.

Dalam khutbahnya, Ustaz Hasan Abu Arfa menyampaikan pesan mendalam tentang makna Idulfitri yang tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan, tetapi juga mengandung berbagai hikmah dan harapan bagi setiap muslim setelah menjalani ibadah Ramadan.

Beliau menjelaskan bahwa “Lebaran” memiliki beberapa makna filosofis yang dapat menjadi renungan bersama.

Pertama, “Lebar”, yang dimaknai sebagai “setelah”, yakni setelah menjalani puasa Ramadan, umat Islam meraih kemenangan seraya mengagungkan asma Allah atas petunjuk-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 185:

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Kedua, “Luber”, yang berarti melimpah atau meluap. Dalam konteks Idulfitri, setelah Ramadan diharapkan pahala menjadi berlimpah, sekaligus semangat untuk saling memaafkan juga “luber” kepada sesama. Ustaz Hasan menegaskan bahwa sifat pemaaf merupakan bagian penting dari ajaran Islam, sebagaimana termaktub dalam QS Al-A’raf ayat 199:

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”

Beliau juga menguatkan pesan tersebut dengan hadis riwayat Muslim tentang dibukanya pintu-pintu surga pada hari Senin dan Kamis, namun pengampunan ditangguhkan bagi dua orang muslim yang masih bermusuhan hingga keduanya berdamai.

Ketiga, “Labur”, yang dalam bahasa Jawa dimaknai sebagai laburan atau mengecat ulang. Secara lahiriah, masyarakat kerap memperbarui cat rumah menjelang Lebaran. Namun secara batiniah, makna yang lebih dalam adalah membersihkan hati dari iri, dengki, dan segala kotoran jiwa agar kembali putih bersih. Hal ini selaras dengan keutamaan Ramadan, bahwa orang yang berpuasa dan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan iman dan ikhlas akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Keempat, “Lebur”, yang berarti luluh atau hancur. Setelah ditempa selama Ramadan dengan puasa, qiyamul lail, dan ibadah lainnya, diharapkan dosa-dosa seorang hamba turut dilebur dan diampuni oleh Allah SWT. Khatib mengutip hadis Nabi ﷺ bahwa siapa yang berpuasa Ramadan dan menghidupkan malam-malamnya dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Kelima, “Liburan”, yang dimaknai sebagai momentum untuk sejenak meninggalkan kesibukan pekerjaan dan urusan dunia, lalu menikmati kebahagiaan kemenangan bersama keluarga, kerabat, dan handai taulan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat bertemu dengan Rabb-nya.

Khutbah yang disampaikan dengan bahasa yang ringan namun sarat makna itu pun disambut hangat oleh jemaah. Meski tidak berlangsung terlalu panjang, materi khutbah terasa mengena dan mudah dinikmati oleh seluruh hadirin.

Antusiasme jemaah tampak begitu besar. Sejak pagi, warga mulai berdatangan dari berbagai penjuru, tidak hanya dari lingkungan PRM Sidorejo, tetapi juga dari luar daerah. Sebagian hadir dengan berjalan kaki, sebagian lainnya menggunakan sepeda motor maupun mobil. Suasana kebersamaan, kekhidmatan, dan semangat syiar Islam begitu terasa sepanjang pelaksanaan ibadah.

Pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 H ini menjadi bukti bahwa PRM Sidorejo terus berperan aktif dalam menghidupkan syiar dakwah dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Dengan partisipasi jemaah yang melimpah, kegiatan ini diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan dan keberlanjutan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting.

Komentar