Upaya Tingkatkan Kualitas Mubaligh dan Tata Kelola Masjid, Majelis Tabligh PDM Temanggung Ikuti PIMTAKMAS PP Muhammadiyah
YOGYAKARTA — Dalam upaya meningkatkan kualitas mubaligh dan penguatan tata kelola masjid yang berkemajuan, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menyelenggarakan Pelatihan Nasional Instruktur Mubaligh dan Tata Kelola Masjid (PIMTAKMAS) pada Rabu–Sabtu, 20–23 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tabligh Institute Muhammadiyah, Jalan Patriot Bangsa II, Ngebel, Tamantirta, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelatihan ini diikuti utusan Majelis Tabligh PWM dan PDM se-Indonesia, termasuk Majelis Tabligh PDM Temanggung yang diwakili Ustaz Ragil Abu Yazid. Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi mubaligh Muhammadiyah, memperluas wawasan tata kelola masjid, serta menyiapkan kader instruktur mubaligh yang profesional dan mampu menjawab tantangan dakwah di era modern.
Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, tilawah Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Selanjutnya, peserta menerima sambutan dan arahan dari jajaran Majelis Tabligh PP Muhammadiyah terkait pentingnya penguatan kualitas mubaligh dan pengelolaan masjid Muhammadiyah yang tertata serta berkemajuan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi strategis, di antaranya Strategi Dakwah Muhammadiyah dan Implementasi Risalah Islam Berkemajuan di Ranah Tabligh, Sistem Pendidikan dan Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah, Komunikasi Keinstrukturan, Manajemen Kelas dan Mentoring, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis masjid dan musala Muhammadiyah.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi outbound pelatihan, diskusi problematika tabligh dan mubaligh, salat lail berjamaah, kultum peserta, studi tiru, serta studi banding ke Masjid Jogokariyan. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperluas wawasan, pengalaman, dan ukhuwah antar peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru terkait strategi dakwah Muhammadiyah, pengelolaan masjid yang profesional, metode pelatihan mubaligh, serta penguatan peran masjid sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan umat.
Ustaz Ragil Abu Yazid menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan mengenai manajemen dakwah, keinstrukturan, serta tata kelola masjid. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman bersama peserta dari berbagai PWM dan PDM se-Indonesia.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan dan pengalaman dalam bidang dakwah maupun pengelolaan masjid yang profesional dan berkemajuan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan Bimbingan Teknis SITAMA, sosialisasi sertifikasi mubaligh, pengukuhan Instruktur Mubaligh dan Tata Kelola Masjid Nasional, penyusunan rencana tindak lanjut, serta pelaksanaan post test.












