Pelatihan Koding FKRTL JKN di AKMT, Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa RMIK dalam Sistem Pembiayaan Kesehatan Nasional
Temanggung – Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (DPD PORMIKI) Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Koding bagi Tenaga Koder di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat–Sabtu (22-23/5), di Kampus A AKMT dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 6 Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) AKMT.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kodifikasi diagnosis dan tindakan medis sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan mahasiswa agar siap menjadi tenaga koder profesional yang mampu mendukung proses pelayanan dan klaim kesehatan dalam Program JKN di FKRTL.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dengan organisasi profesi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Direktur AKMT, dr. Galih Herlambang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPD PORMIKI Jawa Tengah atas dukungan dan kontribusinya dalam memberikan pelatihan kepada mahasiswa AKMT.
“Terima kasih kepada DPD PORMIKI Jawa Tengah yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada mahasiswa kami. Kesempatan ini sangat berharga, terlebih AKMT menjadi kampus RMIK pertama yang memperoleh pelatihan langsung dari DPD PORMIKI Jawa Tengah,” ungkapnya.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber profesional dari DPD PORMIKI Jawa Tengah, di antaranya Roni Rohman, S.Tr.RMIK, Dwi Purwi Antini, S.Tr.RMIK, Dina Hartiyatinningsih, A.Md.PK, serta Puput Sugiarto, A.Md., SKM.
Adapun materi yang diberikan meliputi kebijakan Program JKN, sistem pencegahan fraud, kode etik perekam medis, analisis rekam medis sebagai dasar klaim JKN, kodifikasi penyakit dan tindakan berdasarkan ICD-10 dan ICD-9-CM, hingga tata kelola klaim pembiayaan pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi teori dan praktik. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, khususnya saat praktik pengkodean kasus dan simulasi penggunaan aplikasi E-Klaim yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan kerja sebagai tenaga koder profesional yang kompeten dan teliti di era transformasi digital kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen AKMT dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing melalui kerja sama aktif dengan organisasi profesi dan mitra kesehatan.












