Semangat Hijrah di Tahun Baru Islam: Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gesing Resmi Berdiri di Bawah Naungan PCM Kandangan
KANDANGAN — Sebuah tonggak sejarah baru yang menggembirakan tercipta bagi gerakan dakwah persyarikatan Muhammadiyah di wilayah Kandangan. Bertepatan dengan momentum sakral Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriyah, yang jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Desa Gesing secara resmi didirikan. Pembentukan ranting baru ini berada langsung di bawah struktur koordinasi, instruksi, dan pembinaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Peristiwa bersejarah ini menandai babak baru perluasan syiar Islam yang berkemajuan dan mencerahkan di tingkat akar rumput.
Pemilihan tanggal 1 Muharram 1448 H sebagai hari peresmian sekaligus deklarasi kepengurusan bukanlah sebuah kebetulan semata. Momentum ini secara khusus dan sengaja dipilih untuk mengambil napas filosofis serta semangat “hijrah” yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Pendirian PRM dan PRA Gesing diharapkan menjadi langkah hijrah komunal menuju tatanan masyarakat desa yang lebih religius, cerdas, mandiri, berdaya, dan sejahtera. Kehadiran persyarikatan di Desa Gesing diyakini akan menjadi oase spiritual serta motor penggerak kebaikan (fastabiqul khairat) bagi masyarakat setempat, mencakup bidang keagamaan, sosial-kemasyarakatan, hingga pendidikan akhlak.
Berdasarkan surat keputusan resmi yang diterbitkan dan disahkan oleh PCM Kandangan pada hari bersejarah tersebut, struktur kepemimpinan inti PRM Gesing periode ini telah terbentuk dengan menetapkan tokoh-tokoh lokal yang dinilai memiliki dedikasi dan integritas tinggi. Amanah besar sebagai pimpinan harian telah ditetapkan sebagai berikut:
Ketua PRM: Fathul Aziz
Sekretaris: Budi Waluyo
Bendahara: Arif Kurniawan
Ketiga figur ini dinilai oleh warga persyarikatan dan tokoh masyarakat memiliki komitmen yang kokoh untuk menghidupkan kembali kegiatan dakwah yang merangkul dan program pemberdayaan umat yang inklusif di wilayah Desa Gesing.

Sejalan dan tak terpisahkan dengan berdirinya PRM, sayap gerakan perempuan Muhammadiyah, yakni Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Gesing, juga turut dibentuk dan dideklarasikan pada kesempatan yang sama. Kehadiran PRA diakui sangat krusial sebagai mitra sejajar PRM, khususnya dalam merancang program pembinaan keluarga, perlindungan anak, dan pemberdayaan kaum perempuan. Susunan pimpinan harian PRA Gesing yang resmi disahkan adalah:
Ketua PRA: Binti Salisah
Sekretaris: Etik Subekti
Bendahara: Umi Kulsum
Sinergi yang harmonis antara jajaran PRM dan PRA ini diharapkan mampu menyentuh seluruh lapisan demografi masyarakat desa, mulai dari bapak-bapak, pemuda-pemudi, hingga kalangan ibu-ibu dan anak-anak usia dini.
Dalam pidato sambutan perdananya usai prosesi penetapan kepengurusan, Ketua PRM Gesing, Fathul Aziz, menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, sembari menyadari besarnya beban tanggung jawab dakwah yang kini ada di pundaknya beserta jajaran pengurus.
“Alhamdulillah wa syukurillah, pada hari yang penuh berkah dan rahmat di awal tahun 1448 Hijriyah ini, niat suci kita bersama untuk membumikan dakwah luhur Muhammadiyah di Desa Gesing akhirnya dapat terwujud secara nyata. Tentu saja, ini barulah sebuah langkah awal. Tantangan dakwah ke depan pastinya tidak ringan. Namun, dengan mengedepankan semangat kepemimpinan kolektif kolegial, gotong royong, dan niat ikhlas lillahi ta’ala, kami sangat yakin PRM Gesing mampu tumbuh menjadi rumah besar yang nyaman bagi warga untuk terus belajar agama, memperbanyak amal saleh, dan mengikat erat tali ukhuwah Islamiyah,” papar Fathul Aziz.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengurus untuk segera merapatkan barisan, menghidupkan kembali semangat teologi Al-Ma’un, yakni wujud nyata kepedulian sosial dan bantuan langsung terhadap kaum mustadhafin (mereka yang lemah) di lingkungan desa.
Senada dengan visi optimis tersebut, Ketua PRA Gesing, Binti Salisah, dengan lugas menegaskan komitmen kuat dari gerbong ‘Aisyiyah untuk mengambil peran-peran strategis di tengah dinamika masyarakat pedesaan.
“Perempuan sejatinya adalah tiang penyangga utama sebuah keluarga. Oleh karena itu, PRA Gesing akan segera merumuskan dan memfokuskan program-program kerjanya pada penguatan ketahanan moral keluarga, optimalisasi pendidikan karakter anak sejak usia dini, serta program peningkatan kapasitas ekonomi kreatif dan literasi kesehatan bagi kaum ibu. Kami seluruh pengurus PRA siap bersinergi secara penuh dengan jajaran PRM, serta terbuka untuk berkolaborasi dengan perangkat desa demi mewujudkan tatanan masyarakat Gesing yang berkemajuan, beradab, dan tangguh,” tuturnya penuh semangat.
Sementara itu, jajaran perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan yang hadir untuk mengukuhkan ranting baru ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh inisiator. Dalam arahannya, PCM Kandangan mengingatkan sebuah prinsip fundamental bahwa Pimpinan Ranting sesungguhnya adalah ujung tombak dari gerakan persyarikatan. Kekuatan masa depan dakwah Muhammadiyah berakar kuat pada ranting-ranting yang senantiasa hidup dan proaktif membina jamaah di masjid dan musala setempat. PCM menaruh harapan besar agar jajaran PRM dan PRA Gesing segera melakukan rapat kerja untuk menyusun program yang realistis, membumi, dan mampu memberikan asas manfaat secara langsung bagi masyarakat luas tanpa memandang golongan.
Melihat antusiasme warga pada momentum 1 Muharram 1448 H ini, langkah ke depan PRM dan PRA Gesing sudah terbayang dengan jelas. Dalam waktu dekat, kepengurusan berencana untuk segera melengkapi susunan struktur majelis di tingkat ranting serta memulai rutinitas majelis taklim perdananya. Berdirinya persyarikatan di Desa Gesing ini bukan sekadar menambah daftar administratif di lingkungan PCM Kandangan, melainkan bukti nyata bahwa denyut pergerakan Muhammadiyah terus berdetak kencang menyebarkan pencerahan. Dengan berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, segenap jajaran PRM dan PRA Gesing menyatakan siap melangkah bersama, mencerahkan semesta, dan ikut serta memajukan bangsa yang dimulai dari sudut Desa Gesing.












