Berita

SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo Gelar FORTASI 2026, Ditutup Meriah dengan Pentas Seni Warokan

3
×

SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo Gelar FORTASI 2026, Ditutup Meriah dengan Pentas Seni Warokan

Sebarkan artikel ini

SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo Gelar FORTASI 2026, Ditutup Meriah dengan Pentas Seni Warokan

TEMANGGUNG – SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo menggelar Forum Ta’aruf dan Orientasi (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027 selama tiga hari, 15–17 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta didik baru tersebut berlangsung meriah dan ditutup dengan pentas seni, termasuk penampilan kesenian Warokan sebagai wujud pelestarian budaya lokal Kabupaten Temanggung.

Sebanyak 150 peserta didik baru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Temanggung mengikuti rangkaian FORTASI dengan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak awal memasuki dunia pendidikan kejuruan.

Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo, Raychan Assabiq, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara kolaboratif oleh PR IPM bersama bidang kesiswaan agar peserta didik baru merasa nyaman dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan selama mengikuti FORTASI.

“Peserta didik baru harus dibuat nyaman dan senang sehingga mereka dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik sejak hari pertama,” ujarnya.

FORTASI tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal pembentukan karakter peserta didik agar memiliki sikap religius, disiplin, bertanggung jawab, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Pada hari pertama, peserta dikenalkan dengan lingkungan sekolah serta memperoleh materi dari jajaran internal sekolah yang meliputi bidang kurikulum, humas, kesiswaan, dan bimbingan konseling. Materi tersebut membahas tata tertib sekolah, budaya belajar di SMK, hingga hubungan sekolah dengan dunia industri.

Memasuki hari kedua, sekolah menghadirkan narasumber dari komunitas HerVoice Temanggung. Founder HerVoice Temanggung, Rusti Dian, menyampaikan materi bertajuk “Mengenal Batasan Diri dan Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Comprehensive Sexuality Education (CSE).” Materi tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya memahami batasan diri, membangun relasi yang sehat, serta mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan remaja.

Selanjutnya, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Temanggung memberikan materi mengenai organisasi IPM serta peran pelajar Muhammadiyah dalam menghadirkan perubahan positif. Materi tersebut juga mengangkat semangat Milad ke-65 IPM dengan tema “Resolusi Algoritma Pelajar Berdampak”, yang mengajak pelajar terus berproses, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dipandu oleh KOKAM sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan dan kekompakan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan pentas seni yang menampilkan berbagai kreativitas peserta didik baru, mulai dari tari tradisional, tari modern, hingga penampilan kesenian Warokan.

Penampilan Warokan menjadi puncak acara penutupan FORTASI. Kesenian khas Temanggung tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen sekolah dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai Muhammadiyah dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga dan mengembangkan kearifan budaya yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Melalui kegiatan FORTASI ini, SMK Muhammadiyah 1 Ngadirejo berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengikuti proses pembelajaran dengan semangat, serta menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Komentar