Berita

Kwarda Hizbul Wathan Temanggung Bekali Siswa Baru SMK Muhammadiyah 1 dengan Dasar-Dasar Kepanduan

1
×

Kwarda Hizbul Wathan Temanggung Bekali Siswa Baru SMK Muhammadiyah 1 dengan Dasar-Dasar Kepanduan

Sebarkan artikel ini

Kwarda Hizbul Wathan Temanggung Bekali Siswa Baru SMK Muhammadiyah 1 dengan Dasar-Dasar Kepanduan

TEMANGGUNG – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Temanggung memberikan materi dasar kepanduan kepada peserta Character Building Camp yang diselenggarakan Qobilah KH. Ahmad Dahlan SMK Muhammadiyah 1 Temanggung. Kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Jumat (31/7/2026), sebagai bagian dari pembinaan karakter bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam kegiatan tersebut, Kwarda HW Kabupaten Temanggung menghadirkan dua pemateri, yakni Ramanda Ikhsan Nuryanto dan Ramanda Afif Kurniawan. Keduanya membekali peserta dengan pemahaman mengenai dasar-dasar Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan.

Materi yang diberikan meliputi sejarah berdirinya Hizbul Wathan, struktur organisasi, prinsip-prinsip dasar kepanduan, metode pendidikan, Janji Pandu (Wa’ad), Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan, hingga Kode Kehormatan Pandu. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga nilai-nilai yang menjadi landasan pembentukan karakter seorang pandu.

Ramanda Ikhsan Nuryanto menjelaskan bahwa Hizbul Wathan bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan wadah pembinaan generasi muda Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Hizbul Wathan menjadi sarana membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Seksi Acara Character Building Camp, Ramanda Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sekolah dalam rangka membentuk karakter siswa baru.

“Character Building Camp ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik. Kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan tentang survival di alam terbuka serta diperkenalkan dengan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, khususnya bagi siswa yang sebelumnya tidak berasal dari sekolah Muhammadiyah,” jelasnya.

Menurut Hariyanto, Character Building Camp dilaksanakan selama dua hari, yakni 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi. Selain materi kepanduan dari Kwarda HW Kabupaten Temanggung, peserta juga mendapatkan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama personel Koramil Ngadirejo serta materi dasar survival dan kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Temanggung.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memberikan bekal karakter, keterampilan, dan wawasan yang komprehensif bagi peserta sebagai persiapan mengikuti proses pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Temanggung.

Selain kegiatan pembinaan karakter, Qobilah Hizbul Wathan KH. Ahmad Dahlan SMK Muhammadiyah 1 Temanggung juga menggelar bakti sosial berupa penyaluran paket sembako kepada warga Desa Katekan yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nilai kepedulian sosial yang diajarkan kepada para peserta.

“Kami berharap bantuan sembako yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pembelajaran untuk menumbuhkan empati, semangat berbagi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari pendidikan karakter,” tutur Hariyanto.

Melalui perpaduan pembelajaran kepanduan, pelatihan kedisiplinan, pendidikan kebencanaan, keterampilan bertahan hidup di alam terbuka, serta aksi sosial kepada masyarakat, Character Building Camp diharapkan mampu membentuk peserta didik baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter religius, mandiri, disiplin, peduli terhadap sesama, serta siap mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Komentar