Berita

Manfaatkan AI untuk Pembelajaran, Guru SMA Muhammadiyah 1 Temanggung Didorong Tingkatkan Inovasi Digital

8
×

Manfaatkan AI untuk Pembelajaran, Guru SMA Muhammadiyah 1 Temanggung Didorong Tingkatkan Inovasi Digital

Sebarkan artikel ini

Manfaatkan AI untuk Pembelajaran, Guru SMA Muhammadiyah 1 Temanggung Didorong Tingkatkan Inovasi Digital

TEMANGGUNG – Perkembangan teknologi digital terus menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung menggelar Workshop Pembelajaran Digital dengan materi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas kerja sekaligus mendorong inovasi para guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Materi workshop disusun dan disampaikan oleh K. Mudjoko, S.Kom., M.T., dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung.

Dalam materi workshop, disampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Salah satu perkembangan teknologi yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

AI dinilai memiliki potensi besar dalam membantu guru menjalankan berbagai kegiatan pembelajaran. Mulai dari menyusun bahan ajar, merancang asesmen, membuat media pembelajaran, hingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan adaptif bagi peserta didik.

Namun demikian, AI tidak diposisikan sebagai pengganti peran guru.

Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi copilot atau asisten yang membantu guru meningkatkan efisiensi kerja. Dengan sejumlah pekerjaan administratif yang dapat dibantu oleh teknologi, guru diharapkan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi, membimbing, dan mendampingi peserta didik secara lebih personal.

Beberapa manfaat AI yang diperkenalkan dalam workshop tersebut meliputi efisiensi waktu dalam penyusunan perangkat pembelajaran, personalisasi materi sesuai kebutuhan siswa, hingga pengembangan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.

Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah teknologi AI yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk pengembangan materi berbasis teks, beberapa aplikasi seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini dapat digunakan untuk membantu menyusun modul ajar, merumuskan indikator ketercapaian tujuan pembelajaran, hingga membuat rancangan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sementara itu, dalam pembuatan media presentasi, peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi yang dapat membantu menghasilkan bahan presentasi secara lebih cepat dari ringkasan materi maupun kerangka pembelajaran.

Pemanfaatan AI juga dapat diterapkan dalam penyusunan asesmen dan kuis interaktif. Teknologi tersebut memungkinkan guru mengembangkan soal pembelajaran dengan pendekatan gamifikasi sehingga proses evaluasi dapat menjadi lebih menarik bagi peserta didik.

Selain itu, AI dapat membantu pengembangan media visual, seperti infografis, ilustrasi, dan berbagai materi kreatif yang dapat mendukung proses pembelajaran.

Meski menawarkan berbagai kemudahan, pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap harus dilakukan secara bijak dan beretika.

Dalam perspektif pendidikan Muhammadiyah, penggunaan teknologi AI perlu tetap berlandaskan pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Salah satu prinsip yang ditekankan adalah tabayyun, yaitu melakukan verifikasi terhadap data dan informasi yang dihasilkan oleh AI sebelum disampaikan kepada peserta didik.

Selain itu, integritas akademik juga menjadi perhatian penting. AI diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk membantu proses berpikir dan mengembangkan ide, bukan sebagai jalan pintas untuk melakukan plagiarisme maupun mencontek.

“AI diposisikan sebagai pemantik ide, sementara keputusan analitis dan nilai-nilai moral tetap bersumber dari hikmah dan kearifan guru,” menjadi salah satu prinsip dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

Dalam sesi praktik, peserta diarahkan untuk memahami teknik penyusunan prompt atau instruksi yang efektif. Keberhasilan hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada ketepatan pengguna dalam memberikan instruksi.

Formulasi prompt yang diperkenalkan dalam workshop meliputi penentuan peran, tugas atau materi, target audiens, serta format keluaran yang diinginkan.

Melalui pendekatan tersebut, guru dapat memanfaatkan AI secara lebih terarah untuk membantu menyusun modul ajar, merancang soal HOTS, hingga membuat bahan presentasi pembelajaran.

Rangkaian workshop dirancang melalui beberapa sesi, mulai dari pengenalan landasan teoretis dan etika penggunaan AI dalam pendidikan, praktik pembuatan modul ajar dan soal berbasis chatbot, pembuatan presentasi otomatis, hingga diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut pemanfaatan AI di lingkungan sekolah.

Pemanfaatan AI diharapkan menjadi langkah strategis bagi para guru untuk meningkatkan efisiensi sekaligus inovasi pembelajaran. Teknologi dapat membantu mengurangi beban administratif sehingga guru dapat lebih fokus pada aspek yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti pembentukan karakter, penguatan nilai moral, serta pendampingan peserta didik.

Ke depan, pengembangan pembelajaran digital juga membutuhkan dukungan sarana, terutama jaringan internet yang memadai, serta penguatan budaya belajar bersama di kalangan guru.

Melalui Workshop Pembelajaran Digital ini, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi. Pemanfaatan AI bukan sekadar mengikuti tren digital, melainkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.

Komentar