Berita

Akhlak Jadi Pondasi Utama, Ust. Jauhari Musthopa Ajak Anak Muda Perkuat Karakter Muslim

267
×

Akhlak Jadi Pondasi Utama, Ust. Jauhari Musthopa Ajak Anak Muda Perkuat Karakter Muslim

Sebarkan artikel ini

Akhlak Jadi Pondasi Utama, Ust. Jauhari Musthopa Ajak Anak Muda Perkuat Karakter Muslim

Parakan – Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Manar Parakan pada Minggu, 16 November 2025, menghadirkan penceramah Ustaz Jauhari Musthopa dengan mengangkat tema “Urgensi Akhlak dalam Kehidupan.” Dalam materi yang disampaikan, ia menegaskan bahwa akhlak merupakan pondasi utama yang menentukan kualitas seorang Muslim, bukan sekadar etika tambahan dalam kehidupan beragama.

Dalam pembukaan kajian, Ustaz Jauhari mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” Ia menjelaskan bahwa seluruh misi kenabian berorientasi pada pembentukan karakter umat. Menurutnya, penekanan terhadap akhlak menunjukkan bahwa Islam tidak hanya menuntut ketaatan ritual, tetapi juga kualitas perilaku dalam kehidupan sosial.

Ia juga mengingatkan jamaah mengenai bahaya sikap berlebihan dalam memuliakan manusia, termasuk nabi. Ustaz Jauhari mencontohkan adanya riwayat ketika Rasulullah ﷺ menegur seseorang yang menunjukkan penghormatan berlebihan karena dikhawatirkan dapat mengarah pada pengkultusan.

Dalam penjelasan lanjutan, ia menyampaikan bahwa seorang mukmin dengan iman paling sempurna adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Hal ini, menurutnya, menjadi penegasan bahwa akhlak merupakan bagian integral dari ibadah. “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an,” ujarnya mengutip penjelasan Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Pada salah satu materi yang ditayangkan, terdapat peringatan mengenai konsekuensi buruk bagi orang yang berperilaku tidak baik kepada sesama. Ustaz Jauhari mengingatkan perlunya menjaga lisan, sikap, dan interaksi sosial, terlebih di era digital yang rentan menimbulkan konflik.

Menutup ceramah, Ustaz Jauhari mengajak para jamaah, khususnya anak muda, untuk menjadikan akhlak sebagai identitas diri. Ia menilai bahwa akhlak mulia tidak hanya menghadirkan rasa hormat dari lingkungan sekitar, tetapi juga menjadikan seseorang sebagai teladan dan bagian dari upaya perbaikan masyarakat.

Komentar