Doa Belum Terkabul? Ustadz Abdul Haq Syaifuddin Ungkap 10 Penyebab Hati Menjadi Mati
Temanggung – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang kembali menggelar kajian keislaman yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, Dusun Bolang, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan. Kajian yang diisi oleh Ustadz Abdul Haq Syaifuddin, Lc. tersebut mengangkat tema “Doa yang Tak Terkabul”, yang menarik perhatian jamaah untuk melakukan introspeksi diri terkait hubungan mereka dengan Allah SWT.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Haq menjelaskan bahwa salah satu penyebab doa seseorang belum dikabulkan adalah karena kondisi hati yang telah kehilangan kepekaannya terhadap kebenaran. Ia mengutip nasihat ulama tentang sepuluh perkara yang dapat mematikan hati manusia sehingga menjadi penghalang terkabulnya doa.
“Banyak orang bertanya mengapa doanya belum dikabulkan. Padahal, yang perlu diperiksa terlebih dahulu adalah keadaan hati dan amal perbuatannya,” ujar Ustadz Abdul Haq di hadapan jamaah.
Perkara-perkara tersebut yaitu, ia mengenal Allah SWT, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya. Selain itu, banyak orang membaca Al-Qur’an, namun tidak mengamalkan isi dan petunjuk yang terkandung di dalamnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian manusia mengaku memusuhi setan, tetapi justru mengikuti jalan dan godaannya. Di sisi lain, ada yang mengaku mencintai Nabi Muhammad SAW, namun meninggalkan sunnah yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Ustadz Abdul Haq menyampaikan bahwa seseorang tidak cukup hanya mengaku mencintai surga atau takut kepada neraka. Kecintaan kepada surga harus dibuktikan dengan amal saleh, sedangkan rasa takut kepada neraka harus diwujudkan dengan meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan.
“Kalau kita benar-benar ingin masuk surga, maka harus ada usaha dan amal untuk meraihnya. Begitu pula jika takut neraka, maka jauhilah segala bentuk maksiat,” tegasnya.
Dalam kajian tersebut, ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia meyakini kematian sebagai sesuatu yang pasti, tetapi tidak semua mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Selain itu, kebiasaan mencari kesalahan orang lain sering kali membuat seseorang lupa memperbaiki kekurangan dirinya sendiri.
Perkara lainnya yang dapat mematikan hati adalah menikmati berbagai nikmat dan rezeki dari Allah SWT tanpa disertai rasa syukur. Bahkan, meskipun sering menghadiri atau menguburkan jenazah, sebagian orang belum mampu mengambil pelajaran berharga dari peristiwa tersebut.
Melalui kajian ini, Ustadz Abdul Haq mengajak jamaah untuk memperbaiki kualitas iman, memperbanyak amal saleh, dan senantiasa melakukan muhasabah diri. Ia berharap setiap muslim tidak hanya rajin berdoa, tetapi juga berusaha menghilangkan berbagai penghalang yang dapat menyebabkan doa belum dikabulkan oleh Allah SWT.












