Berita

Gelorakan Ghirah Bermuhammadiyah: Puluhan Warga Ranting Baledu Kandangan “Hijaukan” Alun-alun Temanggung dalam Tabligh Akbar Milad ke-113

191
×

Gelorakan Ghirah Bermuhammadiyah: Puluhan Warga Ranting Baledu Kandangan “Hijaukan” Alun-alun Temanggung dalam Tabligh Akbar Milad ke-113

Sebarkan artikel ini
Gelorakan Ghirah Bermuhammadiyah: Puluhan Warga Ranting Baledu Kandangan "Hijaukan" Alun-alun Temanggung dalam Tabligh Akbar Milad ke-113

Gelorakan Ghirah Bermuhammadiyah: Puluhan Warga Ranting Baledu Kandangan “Hijaukan” Alun-alun Temanggung dalam Tabligh Akbar Milad ke-113

TEMANGGUNG (30/11/2025) – Semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebajikan) benar-benar terasa membuncah di jantung Kota Tembakau pagi ini. Puluhan warga Muhammadiyah dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Baledu, Cabang Kandangan, turut ambil bagian menjadi saksi sejarah dalam perhelatan akbar Puncak Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113.

Sejak pagi buta, rombongan dari Baledu telah bersiap. Mengenakan seragam kebanggaan Batik Muhammadiyah Nasional, mereka bergerak beriringan menuju lokasi acara di Alun-alun Temanggung. Kehadiran kontingen dari Ranting Baledu ini bukan sekadar penggembira, melainkan wujud nyata loyalitas dan ketaatan (sami’na wa atho’na) terhadap instruksi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung untuk menyukseskan syiar persyarikatan.

Lautan Batik Nasional di Alun-alun Temanggung

Pemandangan di Alun-alun Temanggung hari ini, Ahad (30/11), sungguh menakjubkan. Ribuan warga persyarikatan dari berbagai pelosok Temanggung memadati lapangan terbuka tersebut, menciptakan orkestra visual dominasi warna hijau dan motif batik nasional yang seragam. Di tengah lautan massa tersebut, warga Ranting Baledu tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang telah disusun rapi oleh panitia.

Acara yang mengusung semangat memajukan kesejahteraan bangsa ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Suasana semakin meriah dengan penampilan pra-acara yang menyuguhkan kreativitas siswa-siswi SD dan MI Muhammadiyah se-Kabupaten Temanggung. Penampilan anak-anak ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan kaderisasi dan pendidikan karakter yang ditanamkan di amal usaha Muhammadiyah sejak usia dini. Warga Baledu yang hadir tampak memberikan apresiasi meriah, menyadari bahwa anak-anak inilah yang kelak akan memegang tongkat estafet kepemimpinan umat.

Momentum Pencerahan dari Tokoh Pusat dan Daerah

Inti dari kehadiran warga Baledu tentu saja untuk menimba ilmu dan semangat baru. Tabligh Akbar kali ini menghadirkan dua tokoh penting. Sebagai pembicara utama, hadir Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim M.A., seorang Sejarawan Muhammadiyah yang juga tokoh intelektual Islam. Beliau didampingi oleh Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung.

Sesi pembukaan Tabligh Akbar dimulai pukul 08.30 WIB, dilanjutkan dengan agenda penting pada pukul 09.30 WIB, yaitu CRM Awards 2025 dan peluncuran resmi Kemah Anak Islam (KEMAIS).

Peluncuran KEMAIS ini mendapat perhatian khusus dari warga Ranting Baledu. Program ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk membentengi generasi muda dengan nilai-nilai Islam yang berkemajuan di tengah gempuran tantangan zaman. Sorak sorai dukungan terdengar ketika simbolisasi peluncuran dilakukan, menandakan kesiapan warga persyarikatan di tingkat ranting untuk mendukung penuh program kaderisasi tersebut.

Memasuki pukul 10.00 WIB, suasana menjadi khidmat. Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim M.A. naik ke mimbar menyampaikan tausiyah inti. Dalam uraiannya, beliau menekankan pentingnya merefleksikan perjalanan 113 tahun Muhammadiyah. Pesan-pesan tentang sejarah perjuangan, keteguhan akidah, dan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban bangsa disimak dengan seksama oleh jamaah, termasuk rombongan dari Baledu. Materi yang disampaikan menjadi “bensin” baru bagi warga ranting untuk terus menghidupkan dakwah di lingkungan tempat tinggal mereka.

Gelorakan Ghirah Bermuhammadiyah: Puluhan Warga Ranting Baledu Kandangan "HIjaukan" Alun-alun Temanggung dalam Tabligh Akbar Milad ke-113

Kedisiplinan Warga Ranting Baledu

Salah satu hal yang patut diacungi jempol dari partisipasi warga Muhammadiyah Ranting Baledu adalah kedisiplinan mereka. Sesuai dengan catatan panitia yang tertera pada maklumat acara, jamaah diwajibkan menjaga kebersihan lokasi.

Terlihat usai acara, beberapa anggota rombongan Baledu secara inisiatif memungut sampah di sekitar tempat duduk mereka, memastikan Alun-alun Temanggung kembali bersih seperti sedia kala. Sikap ini adalah manifestasi dari prinsip bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, sekaligus menjaga marwah organisasi di ruang publik.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk mendengarkan ceramah, tapi untuk bersilaturahmi, merasakan energi persatuan, dan menunjukkan bahwa Muhammadiyah di akar rumput, khususnya di Baledu Kandangan, tetap solid dan bergairah,” ujar salah satu peserta rombongan dengan penuh semangat.

Kehadiran puluhan warga Baledu ini juga menjadi ajang reuni kecil dengan sesama kader dari cabang dan ranting lain. Mereka saling bertukar kabar, mendiskusikan perkembangan ranting, hingga merencanakan kolaborasi program ke depan.

Menyongsong Abad Kedua dengan Optimisme

Rangkaian acara ditutup menjelang pukul 11.00 WIB. Meskipun matahari mulai meninggi dan terik menyengat kulit, tidak menyurutkan semangat warga Ranting Baledu hingga doa penutup dipanjatkan.

Partisipasi aktif dalam Tabligh Akbar Milad ke-113 ini diharapkan membawa dampak positif sepulangnya mereka ke Baledu. Semangat yang didapat dari Alun-alun Temanggung hari ini akan menjadi modal berharga untuk menggerakkan roda organisasi di tingkat ranting, memakmurkan masjid, dan mengelola amal usaha dengan lebih profesional.

Bagi warga Muhammadiyah Ranting Baledu Kandangan, perjalanan hari ini adalah perjalanan spiritual dan ideologis. Mereka pulang dengan membawa oleh-oleh berupa ilmu, motivasi, dan keyakinan yang semakin tebal bahwa berkhidmat di Muhammadiyah adalah jalan dakwah yang mencerahkan. Milad ke-113 bukan sekadar angka, melainkan tonggak pembuktian bahwa matahari pembaharuan itu tetap bersinar terang, dimulai dari pusat kota hingga ke ranting-ranting desa.

Komentar