Berita

Kajian Ramadhan PRM Bolang: Ramadhan Bulan Al-Qur’an.

83
×

Kajian Ramadhan PRM Bolang: Ramadhan Bulan Al-Qur’an.

Sebarkan artikel ini

Kajian Ramadhan PRM Bolang: Ramadhan Bulan Al-Qur’an.

Kranggan – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang menggelar Kajian Ramadhan bertema “Ramadhan Bulan Al-Qur’an” pada Ahad (1/3/2026) pukul 05.00–06.00 WIB di Masjid Baiturrahman, Dusun Setepeng Bolang, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan. Kajian menghadirkan Ustadz Syaifuddin Djaesan, S.Sy., S.Th.I., yang menekankan pentingnya pemahaman tafsir Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam beribadah.

Dalam pemaparannya, Ustadz Syaifuddin mengawali kajian dengan mengingatkan jamaah tentang urgensi memahami makna Al-Qur’an secara mendalam, tidak hanya membacanya. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hijr ayat 99, “Wa’bud rabbaka hattâ ya’tiyakal-yaqîn,” yang berarti, “Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian).”

“Kata Yaqin jika tidak dipahami dengan tafsir berarti kepastian, tetapi tafsir memberi makna kematian,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia menambahkan bahwa pemahaman tafsir menjadi kunci agar umat Islam dapat menjalankan perintah tersebut dengan benar dan penuh kesadaran.

Menurutnya, setiap keluarga Muslim idealnya memiliki rujukan dasar keislaman di rumah. “Setiap Muslim seyogianya di rumah memiliki mushaf Al-Qur’an, terjemah, dan kitab tafsir. Selain itu, juga memiliki kitab hadis seperti Riyadhus Shalihin dan Bulughul Maram sebagai panduan memahami sunah Nabi,” tuturnya.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Syaifuddin juga menjelaskan keistimewaan bulan Ramadhan yang secara langsung disebut dalam Al-Qur’an, yakni dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 tentang turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Ia menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an.

“Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai hudan lin-nas (petunjuk bagi manusia), yang dalam praktiknya memerlukan penjelasan dari hadis Nabi.

Sebagai contoh, ia menguraikan tentang perintah salat dalam Al-Qur’an yang dijelaskan lebih rinci melalui hadis. “Ayat Al-Qur’an memerintahkan salat, tetapi tata caranya dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. Misalnya, rukun salat berdiri bagi yang mampu. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan sunah tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Ustadz Syaifuddin juga menegaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya kitab suci tersebut.

Menutup kajian, ia mengutip sabda Nabi Muhammad saw., “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Al-Qur’an dan sunah Nabi.”

Ia berharap momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, baik melalui membaca, memahami, maupun mengamalkannya dalam kehidupan. Kajian berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah dari Dusun Setepeng Bolang dan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, PRM Bolang berharap semangat kembali kepada Al-Qur’an dan sunah semakin menguat di tengah masyarakat, sehingga ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam kehidupan umat.

Komentar