BeritaPCM

Kupas Tuntas Makna Keteguhan Hati, Ustaz Suwondo, M.Pd. Ajak Jamaah PCM Kandangan Istiqomah di Jalan Kebaikan

254
×

Kupas Tuntas Makna Keteguhan Hati, Ustaz Suwondo, M.Pd. Ajak Jamaah PCM Kandangan Istiqomah di Jalan Kebaikan

Sebarkan artikel ini
Kupas Tuntas Makna Keteguhan Hati, Ustaz Suwondo, M.Pd. Ajak Jamaah PCM Kandangan Istiqomah di Jalan Kebaika

Kupas Tuntas Makna Keteguhan Hati, Ustaz Suwondo, M.Pd. Ajak Jamaah PCM Kandangan Istiqomah di Jalan Kebaikan

TEMANGGUNG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Iman, Dusun Punduhan, Kecamatan Kandangan, pada Ahad Wage, 23 November 2025. Ratusan jamaah yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan dan warga sekitar memadati masjid sejak pagi buta untuk mengikuti agenda rutin Kajian Ahad Pagi.

Agenda kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LPPP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Ustaz Suwondo, M.Pd., sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan materi yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan umat masa kini, yakni tentang “Istiqomah di Dalam Kebaikan”.

Pentingnya Fondasi Niat

Mengawali tausiyahnya tepat pukul 06.00 WIB, Ustaz Suwondo menekankan bahwa istiqomah bukanlah sebuah pencapaian instan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan napas panjang pula. Beliau membuka materi dengan mendefinisikan kembali makna istiqomah. Menurutnya, istiqomah seringkali disalahartikan hanya sebagai rutinitas ibadah mahdhah semata, padahal cakupannya jauh lebih luas, menyentuh setiap aspek perilaku dan akhlak seorang muslim.

“Istiqomah itu berat, karena hadiahnya adalah surga. Kalau ringan, hadiahnya hanya kipas angin,” kelakar Ustaz Suwondo yang disambut tawa hangat para jamaah, sebelum kembali masuk ke pembahasan serius.

Beliau menjelaskan bahwa kunci utama untuk bisa istiqomah adalah meluruskan niat (ikhlaskan niat). Segala bentuk kebaikan yang tidak didasari karena Allah SWT akan mudah luntur di tengah jalan. Ketika seseorang berbuat baik karena ingin pujian, maka saat pujian itu hilang, kebaikannya pun berhenti. Namun, jika sandarannya adalah Allah, maka semangat berbuat baik akan terus menyala meskipun tidak ada manusia yang melihat.

Dinamika Iman dan Ujian Konsistensi

Dalam paparan materinya yang mendalam, Ustaz Suwondo menyoroti fenomena futur atau melemahnya iman yang sering dialami oleh setiap muslim. Beliau menjelaskan bahwa grafik keimanan manusia itu fluktuatif—kadang naik (yazid) dan kadang turun (yanqush). Istiqomah bukan berarti grafik itu harus selalu berada di puncak tanpa henti, melainkan kemampuan untuk segera kembali bangkit dan bertaubat ketika grafik sedang turun.

“Jalan kebaikan itu mendaki dan penuh kerikil. Wajar jika ada rasa lelah. Namun, orang yang istiqomah adalah mereka yang tidak membiarkan lelah itu menghentikan langkahnya. Mereka mungkin berjalan pelan, tetapi mereka tidak pernah berbalik arah,” tegas Ketua LPPP PDM Temanggung tersebut.

Beliau memberikan analogi tentang air yang menetes ke batu. Setetes air tampak lemah, namun jika ia istiqomah menetes di titik yang sama, batu yang keras pun akan berlubang. Begitu pula dengan amalan kebaikan. Amalan yang kecil namun dilakukan secara terus-menerus (dawam) jauh lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya dilakukan sekali kemudian ditinggalkan. Hal ini merujuk pada prinsip ahabbul a’mali ilallahi adwamuha wa in qalla (amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling langgeng, meskipun sedikit).

Tiga Dimensi Istiqomah

Lebih lanjut, Ustaz Suwondo membedah istiqomah ke dalam tiga dimensi utama yang harus dijaga keseimbangannya:

  1. Istiqomah Hati: Menjaga keteguhan tauhid dan keyakinan, tidak mudah terombang-ambing oleh syubhat (keragu-raguan) maupun syahwat (hawa nafsu). Hati yang istiqomah akan selalu merasa diawasi oleh Allah (muraqabah).
  2. Istiqomah Lisan: Menjaga perkataan agar selalu dalam kebenaran. Di era digital saat ini, beliau mengingatkan jamaah agar berhati-hati dalam bermedia sosial. Istiqomah lisan berarti konsisten untuk tidak menyebarkan hoaks, gibah, atau ujaran kebencian.
  3. Istiqomah Perbuatan: Manifestasi dari hati dan lisan yang mewujud dalam tindakan nyata. Ini termasuk kedisiplinan dalam shalat berjamaah, kerelaan dalam berinfak, dan keaktifan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah.

Strategi Merawat Keteguhan

Menjelang akhir sesi, Ustaz Suwondo memberikan tips praktis agar jamaah bisa merawat sifat istiqomah. Salah satu poin krusial yang beliau sampaikan adalah pentingnya lingkungan atau bi’ah shalihah.

“Kita adalah rata-rata dari lima orang terdekat kita. Jika kita berkumpul dengan orang-orang yang rajin ke masjid, insya Allah kita akan terbawa rajin. Maka, hadirnya Bapak Ibu di Kajian Ahad Pagi PCM Kandangan ini adalah salah satu ikhtiar terbaik untuk menjaga ‘baterai’ iman agar tetap terisi,” ujarnya.

Beliau juga mengajak jamaah untuk tidak meremehkan doa memohon keteguhan hati, yakni Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik, karena hati manusia berada dalam genggaman Allah dan Dia-lah yang membolak-balikkannya.

Penutup yang Menggugah

Kajian yang berlangsung selama satu jam tersebut ditutup tepat pukul 07.00 WIB dengan doa bersama. Materi yang disampaikan Ustaz Suwondo berhasil menyentuh relung hati para jamaah, memberikan suntikan motivasi baru untuk tidak hanya memulai kebaikan, tetapi juga menyelesaikannya hingga akhir hayat (husnul khotimah).

Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya yang mencatat poin-poin materi dan diskusi hangat yang masih berlanjut sesaat setelah pengajian usai. Kegiatan Kajian Ahad Pagi PCM Kandangan ini kembali membuktikan perannya sebagai oase spiritual yang penting bagi masyarakat Kandangan dan sekitarnya dalam upaya membangun peradaban utama yang diridhoi Allah SWT.

Komentar