Berita

Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

174
×

Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

Sebarkan artikel ini
Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

TEMANGGUNG, 15 November 2025 – Di tengah bayang-bayang potensi bencana alam yang mengintai dan isu degradasi lingkungan yang kian mendesak, puluhan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Baledu menunjukkan partisipasi aktif dalam “Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau”. Kegiatan akbar ini diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Temanggung, bertempat di Lapangan Gembyang, Kecamatan Candiroto, pada Sabtu (15/11/2025).

Keikutsertaan kontingen HW Qabilah MI Muhammadiyah Baledu ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah strategis sekolah dalam membangun karakter dan kesadaran nyata sejak dini. Di bawah naungan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, para pandu cilik ini berbaur dengan ratusan peserta lain dari berbagai qabilah se-Kabupaten Temanggung, bersiap menyerap ilmu yang fundamental bagi masa depan mereka dan lingkungan.

Kegiatan yang juga menjadi bagian dari rangkaian semarak Milad Muhammadiyah ke-113 ini difokuskan untuk memberikan manfaat berlapis bagi para peserta, jauh melampaui sekadar kegiatan perkemahan biasa.

Manfaat Utama: Menanamkan Budaya Kesiapsiagaan Bencana

Fokus utama dari pelatihan ini adalah menanamkan budaya kesiapsiagaan (disaster preparedness) di benak para siswa. Bagi anak-anak seusia mereka, pemahaman ini krusial untuk mengubah pola pikir dari ‘korban pasif’ menjadi ‘agen aktif’ yang responsif.

Manfaat pertama yang dirasakan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis. Para siswa MI Muhammadiyah Baledu tidak lagi hanya mendengar kata “bencana” sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi mereka dilatih untuk memahaminya. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan potensi risiko bencana lokal di Temanggung, seperti tanah longsor dan angin kencang.

Mereka diajarkan prosedur dasar evakuasi yang benar, teknik drop, cover, and hold on saat terjadi gempa, serta pengenalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dasar. Simulasi penanganan pasca bencana, meski dalam skala kecil, memberikan gambaran nyata tentang apa yang harus dilakukan. Manfaat psikologisnya pun tak ternilai; pelatihan ini membantu membangun ketangguhan mental (resiliensi) agar tidak panik dan mampu berpikir jernih dalam situasi darurat.

Aksi Hijau: Membangun Harmoni dengan Alam

Pelatihan ini tidak berhenti pada aspek reaktif (penanganan bencana), tetapi juga menyentuh aspek preventif (pencegahan) melalui “Aksi Hijau”. Para pandu HW MI Muhammadiyah Baledu diajak untuk memahami bahwa banyak bencana hidrometeorologi terjadi akibat rusaknya keseimbangan alam.

Manfaat kedua adalah tertanamnya etos cinta lingkungan. Melalui kegiatan “Aksi Hijau Penanaman Pohon”, siswa secara langsung berkontribusi pada upaya konservasi. Mereka belajar bahwa sebatang pohon yang mereka tanam hari ini adalah investasi untuk mencegah longsor dan banjir di masa depan.

Kegiatan “Lintas Alam” yang menjadi bagian dari rangkaian acara juga bukan sekadar berjalan-jalan. Ini adalah metode pembelajaran experiential learning, di mana siswa dapat mengamati secara langsung kondisi alam sekitar, mengidentifikasi tanda-tanda alam, dan menumbuhkan rasa syukur serta tanggung jawab untuk menjaganya. Ini adalah implementasi nyata dari teologi lingkungan yang diajarkan di Muhammadiyah.

Mengasah Karakter dan Keterampilan Sosial

Sebagai sebuah gerakan kepanduan, manfaat ketiga yang tak kalah penting adalah pengembangan karakter dan keterampilan sosial (soft skills). Jauh dari gawai dan kenyamanan rumah, para siswa MI Muhammadiyah Baledu ditempa dalam kawah candradimuka di Lapangan Gembyang.

Mereka belajar tentang kemandirian, mengurus perlengkapan pribadi dan bertanggung jawab atas tugas kelompok. Kegiatan yang dirancang secara kolaboratif menuntut kerja sama tim (teamwork) yang solid. Aspek kepemimpinan juga diasah saat mereka bergiliran memimpin regu dalam Lintas Alam atau simulasi.

Lebih dari itu, kegiatan ini adalah ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah (persaudaraan). Bertemu dengan teman-teman pandu dari qabilah lain se-Temanggung membuka wawasan mereka, mengajarkan cara bersosialisasi, dan memperkuat jalinan persaudaraan dalam keluarga besar Hizbul Wathan.

Kepala MI Muhammadiyah Baledu, (Sertakan Nama Kepala Sekolah, misal: Ahmad Fathoni, S.Pd.I), menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif Kwarda HW Temanggung. “Pendidikan tidak boleh terbatas di dalam kelas. Kegiatan seperti ini adalah laboratorium sesungguhnya untuk mencetak karakter,” ujarnya.

“Bagi kami, mengirimkan siswa ke acara ini adalah investasi. Mereka tidak hanya belajar mitigasi, tetapi mereka belajar menjadi manusia yang tangguh, peduli, dan mandiri. Ini adalah perwujudan pendidikan holistik yang kami cita-citakan, sejalan dengan semangat Milad Muhammadiyah untuk memajukan kesalehan bangsa,” tambahnya.

Dengan selesainya pelatihan ini, siswa-siswi MI Muhammadiyah Baledu pulang membawa bekal yang tak ternilai. Mereka membawa pulang pengetahuan untuk melindungi diri dan keluarga, kesadaran untuk merawat bumi, serta karakter pandu HW yang siap berbakti: tangguh mentalnya, peduli lingkungannya, dan siap siaga dalam segala situasi.

Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

Mencetak Generasi Tangguh: Siswa MI Muhammadiyah Baledu Gembleng Diri dalam Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau HW Temanggung

Komentar