Berita

Menembus Batas Global, 13 Santri Almatera Siap Jajaki Sekolah di Thailand dan Malaysia

5
×

Menembus Batas Global, 13 Santri Almatera Siap Jajaki Sekolah di Thailand dan Malaysia

Sebarkan artikel ini

Menembus Batas Global, 13 Santri Almatera Siap Belajar dan Bertukar Budaya di Thailand-Malaysia

TEMANGGUNG, 13 September 2026 — Semangat menyiapkan generasi yang berwawasan global terus dikembangkan Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) Temanggung. Sebanyak 13 santri bersama 4 pendamping diberangkatkan untuk mengikuti Student and Cultural Exchange 2026 di Thailand dan Malaysia pada 13–19 September 2026.

Pelepasan rombongan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Almatera, K. Syamsuri Adnan. Para santri yang mengikuti program tersebut merupakan perwakilan dari empat unit pendidikan di bawah naungan Almatera, yakni MA, MTs, SMK, dan SMP.

Dalam amanat pelepasan, Kiai Syamsuri menekankan pentingnya membangun wawasan internasional bagi para santri. Menurutnya, perkembangan dunia yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk memiliki pola pikir yang maju dan kesiapan menghadapi persaingan global.

“Kita hidup di dunia yang terus berkembang luar biasa pesat. Para santri dituntut memiliki wawasan internasional dan berpikiran maju agar mampu bersaing dengan bangsa lain serta tidak tertinggal dalam kancah global,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen Almatera sebagai pondok kader Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan sains dan teknologi modern.

Belajar Langsung Sistem Pendidikan di Negara Mitra

Selama tujuh hari pelaksanaan program, rombongan Almatera akan melakukan kunjungan sekaligus membangun kerja sama dengan sejumlah institusi di Thailand dan Malaysia.

Beberapa institusi yang menjadi tujuan dalam program tersebut meliputi Sangkhom Islam Wittaya School, Thailand, Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA), Kuala Lumpur, Malaysia, serta Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Salah satu agenda utama yang akan dijalani para santri adalah sit-in class selama dua hari di sekolah mitra. Melalui kegiatan tersebut, santri akan mempelajari, mempraktikkan, sekaligus menganalisis sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diterapkan di Thailand dan Malaysia.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para santri untuk melihat praktik pendidikan dari perspektif yang lebih luas sekaligus menambah wawasan mereka terhadap lingkungan pendidikan internasional.

Membawa Seni Indonesia sebagai Diplomasi Budaya

Program Student and Cultural Exchange 2026 tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Para santri Almatera juga membawa misi memperkenalkan budaya Indonesia melalui pertunjukan seni.

Dalam kegiatan tersebut, mereka akan menampilkan perpaduan Jurus Tapak Suci, Kepanduan Hizbul Wathan, dan Tari Saman yang dipadukan dengan unsur budaya Madura.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari diplomasi budaya yang dibawa para santri dalam memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia di lingkungan internasional.

Melalui pertukaran budaya ini, santri tidak hanya hadir sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga membawa identitas dan nilai-nilai budaya Indonesia dalam perjumpaan dengan masyarakat serta institusi pendidikan di negara lain.

Menyiapkan Santri untuk Masa Depan

Sebagai pondok kader Muhammadiyah, Almatera terus membuka ruang pengembangan bagi generasi muda melalui berbagai program pendidikan. Sejalan dengan semangat menyiapkan santri yang mampu menghadapi tantangan global, Almatera juga telah membuka pendaftaran santri baru sejak 1 Agustus 2026.

Dalam proses pendidikannya, Almatera memiliki empat kelas unggulan yang menjadi ruang pengembangan potensi santri, yaitu Tahfidz, Ristek & Teknosains, Literasi, serta Desain Komunikasi Visual (DKV).

Kelas Tahfidz berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur’an secara intensif dan mutqin. Sementara itu, Ristek & Teknosains diarahkan pada penguatan riset, sains, dan rekayasa teknologi.

Adapun kelas Literasi menjadi ruang pengembangan kemampuan berpikir kritis, kepenulisan, dan komunikasi publik. Sedangkan DKV memberikan penguatan dalam bidang media kreatif digital, sinematografi, dan produksi visual.

Keberangkatan 13 santri Almatera dalam Student and Cultural Exchange 2026 menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas. Dengan membawa bekal keilmuan, keterampilan, serta nilai-nilai Muhammadiyah, para santri diharapkan mampu mengambil pelajaran dari setiap proses dan pengalaman selama berada di Thailand dan Malaysia.

Komentar