Berita

Menjaga Warisan Para Nabi: Pentingnya Ilmu dalam Kehidupan Umat

231
×

Menjaga Warisan Para Nabi: Pentingnya Ilmu dalam Kehidupan Umat

Sebarkan artikel ini

Menjaga Warisan Para Nabi: Pentingnya Ilmu dalam Kehidupan Umat

Temanggung – Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Giyanti, Mungseng, Purworejo kembali menyelenggarakan salat Jumat rutin pada 7 November 2025 di Masjid At-Taubah. Kegiatan ibadah tersebut diisi khutbah oleh Ustadz Anta Zuda Aditia, S.Pd.I. dari Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera).

Dalam khutbahnya, Ustadz Anta mengangkat tema “Menjaga Warisan Para Nabi: Pentingnya Ilmu dalam Kehidupan Umat”. Ia menegaskan bahwa ilmu merupakan warisan paling berharga yang ditinggalkan oleh para nabi, bukan harta atau kedudukan duniawi.

“Sesungguhnya para ulama itu pewaris para nabi. Mereka tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, maka ia telah mendapat bagian yang paling banyak,”
ujar Ustadz Anta mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ahmad.

Beliau juga mengingatkan bahwa hilangnya ulama berarti hilangnya ilmu di tengah umat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah tidak mencabut ilmu secara langsung dari manusia, melainkan dengan mewafatkan para ulama. Ketika ulama tiada, masyarakat cenderung mengangkat orang yang tidak berilmu sebagai panutan, sehingga banyak yang tersesat dan menyesatkan.

Selain itu, Ustadz Anta menekankan pentingnya berhati-hati dalam berbicara dan menyampaikan informasi, terlebih di era digital saat ini. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Isra [17]:36:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Khutbah ditutup dengan ajakan agar umat Islam terus bersemangat menuntut ilmu, menyebarkannya, dan mengamalkannya dengan ikhlas.

Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan Jumat kali ini juga dirangkai dengan program “Jumat Berkah” berupa pembagian 98 porsi makanan kepada jamaah dan masyarakat sekitar masjid.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat dakwah dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas warga Muhammadiyah.

Komentar