BeritaCakrawala

Muhammadiyah Temanggung Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital

470
×

Muhammadiyah Temanggung Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah Temanggung Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital

Temanggung – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung menggelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi bertema “Optimalisasi Media Digital Guna Menjaga Reputasi Persyarikatan Muhammadiyah Temanggung”, pada Sabtu (1/11), di Aula RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan Ortom, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Temanggung. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi menjaga citra positif organisasi di tengah perkembangan pesat media digital.

Ketua PDM Temanggung, Makmun Pitoyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan reputasi digital bagi organisasi modern, termasuk Muhammadiyah. Menurutnya, kader Muhammadiyah perlu mampu menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kita hidup di era di mana satu unggahan di media sosial bisa berdampak besar terhadap citra organisasi. Karena itu, kader Muhammadiyah harus menjadi contoh dalam menyebarkan informasi yang benar dan membangun optimisme di ruang digital,” ujar Makmun.

Makmun menambahkan, reputasi digital bukan hanya soal teknologi, melainkan juga nilai, kejujuran, dan akhlak dalam berkomunikasi. Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan kader yang cakap bermedia dan mampu menjaga marwah Persyarikatan di dunia maya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Temanggung, Manshur Asnawi, mengapresiasi kolaborasi antara Baznas dan Muhammadiyah dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, literasi digital menjadi bagian penting dari dakwah sosial yang selama ini dijalankan kedua lembaga.

“Baznas mendukung penuh kegiatan semacam ini karena reputasi organisasi sangat berpengaruh terhadap kepercayaan publik. Media digital bisa menjadi sarana dakwah sekaligus edukasi umat, asalkan dikelola dengan tepat,” tutur Manshur.

Ia menekankan pentingnya manajemen komunikasi digital agar anggota organisasi dapat berinteraksi secara positif di ruang publik. “Satu unggahan positif bisa memperkuat citra lembaga, tapi satu informasi keliru bisa menimbulkan kesalahpahaman,” imbuhnya.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Temanggung, Oman Faiyun, dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis MPI untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik Muhammadiyah.

Materi pelatihan mencakup strategi menjaga reputasi digital, etika bermedia sosial, serta teknik menangkal hoaks dan ujaran kebencian. Peserta juga mengikuti simulasi pengelolaan konten positif dan penanganan isu publik yang berkaitan dengan organisasi.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kantor PWM Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, dan Direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Achirudin Timora. Para pemateri menekankan pentingnya konsistensi identitas visual Muhammadiyah di berbagai kanal komunikasi, baik di tingkat cabang, daerah, maupun wilayah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait Sosialisasi Pedoman Visual Muhammadiyah serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Konten Pilar Media Sosial, agar setiap aktivitas komunikasi digital tetap mencerminkan nilai-nilai keislaman yang mencerahkan.

Komentar