Berita

Ngaji Rutin Masjid Al Furqan Ngadirejo: Kyai Syaefudin Kupas Penyakit Hati Berbahaya “Lemah & Malas”

179
×

Ngaji Rutin Masjid Al Furqan Ngadirejo: Kyai Syaefudin Kupas Penyakit Hati Berbahaya “Lemah & Malas”

Sebarkan artikel ini

Ngaji Rutin Masjid Al Furqan Ngadirejo: Kyai Syaefudin Kupas Penyakit Hati Berbahaya “Lemah & Malas”

NGADIREJO, TEMANGGUNG – Masjid Al Furqan Ngadirejo, salah satu masjid yang aktif dengan kajian pekanan di bawah PCM Ngadirejo, kembali menggelar pengajian rutin pada Selasa (25/11/2025) ba’da Maghrib hingga Isya. Kajian yang biasanya diadakan setiap malam Rabu ini menghadirkan KH. M. Syaefudin, S.Sy., S.Th.I., salah satu ulama Tarjih Muhammadiyah Kabupaten Temanggung, dengan pembahasan lanjutan dari Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.

Pada kesempatan ini, Kyai Syaefudin mengupas Bab Akhlak Tercela bertajuk “Lemah dan Malas (Al-‘Ajz wal-Kasal)”. Menurutnya, kedua sifat ini merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya dan menjadi penghalang besar bagi seorang Muslim untuk melakukan kebaikan, baik dalam urusan agama maupun kehidupan sehari-hari.

Makna Lemah dan Malas dalam Perspektif Islam

Kyai Syaefudin menjelaskan bahwa:

  • Lemah (Al-‘Ajz) adalah ketidakmampuan melakukan sesuatu, baik karena kurangnya sarana atau karena lemahnya tekad dan kemauan.

  • Malas (Al-Kasal) adalah keengganan melakukan sesuatu padahal mampu, lebih memilih menunda-nunda dan bersantai.

“Dua sifat ini sering hadir bersamaan. Jika tidak ditangani, ia menjadi penghalang terbesar seorang Muslim untuk meraih kebaikan,” jelas beliau.

Larangan Bersikap Lemah dan Malas

Dalam kajian tersebut, Kyai Syaefudin menegaskan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk menjauhi sifat lemah dan malas karena keduanya bertentangan dengan perintah Al-Qur’an untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Beliau mengutip firman Allah:

“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS. Al-Hadid: 21)

Selain itu, Rasulullah saw. juga secara khusus memohon perlindungan dari dua sifat ini dalam doanya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Kyai Syaefudin, doa tersebut menunjukkan bahaya besar dari sifat lemah dan malas, hingga Rasulullah sendiri memohon perlindungan darinya.

Muslim Harus Kuat dan Produktif

Dalam penutupnya, Kyai Syaefudin menegaskan bahwa seorang Muslim dituntut untuk kuat, tidak bermalas-malasan, tidak menjadi pengecut, dan tidak bersifat pelit. Seorang Muslim harus berusaha mencari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

“Bagaimana mungkin seorang Muslim berdiam diri tanpa berusaha, padahal ia meyakini adanya sistem sebab-akibat dan perintah Allah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan?” ujarnya.

Kajian rutin ini kembali memberikan pemahaman mendalam kepada jamaah mengenai pentingnya menjaga produktivitas, kekuatan tekad, serta menjauhi sikap lemah dan malas dalam kehidupan sehari-hari. Masjid Al Furqan Ngadirejo berkomitmen terus menghadirkan kajian bermutu sebagai upaya meningkatkan wawasan keislaman masyarakat.

Komentar