Pertemuan Akbar KBIHU Ar-Roudloh: Ratusan Alumni dan Calon Jamaah Haji Berkumpul di Pendopo Pengayoman
TEMANGGUNG – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Pengayoman Temanggung pada Ahad (5/4/2026). Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Ar-Roudloh Temanggung menggelar Pertemuan Akbar yang mempertemukan lintas generasi jamaah haji dari tahun 2006 hingga calon jamaah tahun 2026.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 800 peserta yang terdiri dari alumni haji selama dua dekade terakhir serta para calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada tahun ini.
Pengukuhan dan Pelepasan Jamaah
Agenda utama pertemuan ini ditandai dengan dua prosesi penting. Pertama, pengukuhan Persaudaraan Haji dan Umroh Muhammadiyah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Makmun Pitoyo. Langkah ini diambil untuk memperkuat tali silaturahmi serta koordinasi antar alumni haji di bawah naungan Muhammadiyah.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan secara simbolis para calon jamaah haji tahun 2026 oleh Pj Bupati Temanggung, Bapak Agus Setyawan S.E. Dalam sambutannya, Bupati berharap para jamaah dapat menjaga kesehatan dan fokus beribadah agar menjadi haji yang mabrur.
Tausiyah Penguat Iman
Untuk membekali rohani para hadirin, Ustadz Drs. H. Thohir Luthfi, MM. hadir memberikan tausiyah. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kemabruran haji sepanjang hayat serta membangun semangat solidaritas antar sesama jamaah.
“Pertemuan ini bukan sekadar reuni, melainkan momentum untuk memupuk kembali semangat ibadah dan mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kita semua,” ungkap salah satu panitia penyelenggara.
Menjaga Semangat Berkah
Kegiatan yang berlangsung meriah namun tetap khusyuk ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat bagi para calon jamaah yang akan segera berangkat ke Tanah Suci, sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman bagi para alumni haji.
Dengan suksesnya Pertemuan Akbar ini, KBIHU Ar-Roudloh kembali menegaskan perannya sebagai lembaga bimbingan yang tidak hanya mendampingi saat ibadah di Mekkah, tetapi juga merawat persaudaraan setelah kembali ke tanah air.












