PFP 1 Jadi Wadah Penguatan Kader Muda Muhammadiyah, PD IPM Temanggung Cetak Fasilitator Berkemajuan
TEMANGGUNG – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Temanggung menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Pendamping (PFP) 1 sebagai upaya memperkuat kapasitas kader muda Muhammadiyah dalam bidang perkaderan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 26–28 Juni 2026, bertempat di SMP Muhammadiyah 4 Kranggan, Kabupaten Temanggung.
PFP 1 merupakan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi fasilitator dan pendamping perkaderan agar mampu mencetak kader yang memiliki kemampuan intelektual, kepemimpinan, serta manajerial dalam menjalankan roda organisasi Muhammadiyah.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Umum PD IPM Temanggung yang diwakili oleh Muhammad Najib. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan dengan aset yang sangat besar, bahkan disebut mencapai sekitar 27,9 miliar dolar Amerika Serikat, menjadikannya salah satu organisasi terkaya di dunia. Namun demikian, menurutnya, aset yang paling berharga bukanlah bangunan maupun kekayaan material, melainkan kader-kader muda Muhammadiyah.
“Aset paling berharga Muhammadiyah adalah kader muda Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia juga mengutip pesan inspiratif dari Prof. Buya Hamka, yakni “Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah gagal.” Pesan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta agar tidak takut mencoba, belajar, maupun menghadapi kegagalan selama proses kaderisasi.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Kranggan yang diwakili oleh Imam Sintianto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan PFP 1. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung.
“Ahlan wa sahlan kepada seluruh peserta. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi perkembangan kader Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Drs. H. Makmun Pitoyo, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi PD IPM Temanggung yang konsisten menjalankan program kaderisasi melalui PFP 1.
Menurutnya, sebesar apa pun aset yang dimiliki Muhammadiyah tidak akan berarti apabila tidak memiliki kader yang mampu melanjutkan perjuangan persyarikatan.
“Berapapun besar aset milik Muhammadiyah tidak ada artinya jika aset kader Muhammadiyah tidak ada,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelatihan merupakan proses pembelajaran yang tidak lepas dari trial and error. Oleh karena itu, peserta diharapkan tidak takut melakukan kesalahan selama masih dalam proses belajar dan terus berupaya memperbaiki diri.
Selain meningkatkan kemampuan intelektual, PFP 1 juga dirancang untuk melatih kemampuan manajerial dan kepemimpinan para peserta. Menurutnya, kemampuan manajerial berkaitan dengan mengelola organisasi, sedangkan leadership menuntut seseorang mampu memiliki visi dan memikirkan arah masa depan organisasi.
Ia juga mengingatkan agar setiap kader tidak merasa terbebani ketika menerima amanah organisasi.
“Jangan merasa terpaksa saat mendapatkan amanah. Lakukan kaderisasi ini dengan nikmat,” pesannya kepada seluruh peserta.
Pada kesempatan tersebut, Drs. H. Makmun Pitoyo juga memberikan penjelasan mengenai tema pelatihan yang mengusung semangat progresif. Ia menjelaskan bahwa kemajuan dalam Muhammadiyah tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman, tetapi juga harus diimbangi dengan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi kader Muhammadiyah yang progresif berarti mampu mengikuti perkembangan dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Jangan hanya sibuk beribadah tetapi mengabaikan kondisi sosial di sekitar, dan jangan pula hanya mengejar kemajuan dunia tanpa memperkuat nilai keislaman,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan PFP 1, PD IPM Temanggung berharap lahir fasilitator-fasilitator pendamping yang mampu menghidupkan proses kaderisasi secara berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak kader Muhammadiyah yang tangguh, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap melanjutkan estafet perjuangan Persyarikatan di masa mendatang.












