PRA Bolang Gelar Kajian Ramadan: Ustadz H. Djundardo Paparkan 10 Peluang Emas di Bulan Suci
Bolang – Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bolang menyelenggarakan Kajian Ramadan bertajuk “10 Peluang Emas di Bulan Ramadan” pada Ahad (1/3/2026) di Aula BA ‘Aisyiyah Klepu, Kecamatan Kranggan. Kegiatan yang menghadirkan Ustadz H. Djundardo sebagai pemateri ini berlangsung khidmat dan diakhiri dengan buka puasa bersama.
Dalam kajiannya, Ustadz H. Djundardo mengawali materi dengan mengingatkan pentingnya memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal saleh. Ia mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Fathir ayat 29 tentang “perdagangan yang tidak akan pernah rugi”, yakni membaca Al-Qur’an, mendirikan salat, dan berinfak di jalan Allah.
“Ada tiga perdagangan yang tidak akan pernah merugi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu membaca Al-Qur’an, mendirikan salat, dan berinfak. Inilah fondasi amal yang harus kita kuatkan, terutama di bulan Ramadan,” ujar H. Djundardo dalam petikan ceramahnya.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan pembinaan ketakwaan. Ia menjelaskan bahwa puasa Ramadan merupakan ibadah yang secara langsung membentuk pribadi bertakwa. “Puasa itu melatih kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri. Tujuan akhirnya adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa,” tuturnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum dikabulkannya doa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, terutama menjelang waktu berbuka. Ia juga menegaskan bahwa salah satu keutamaan Ramadan adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu bagi orang yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Dalam pemaparannya, H. Djundardo menyebutkan sepuluh peluang emas yang dapat diraih selama Ramadan. Pertama, puasa sebagai jalan menuju ketakwaan. Kedua, momentum terkabulnya doa. Ketiga, pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Keempat, Ramadan sebagai bulan penuh ampunan. Kelima, pahala ibadah yang dilipatgandakan.
Keenam, pahala puasa yang langsung diberikan oleh Allah Swt. Ketujuh, keutamaan bau mulut orang berpuasa yang lebih harum di sisi Allah daripada kasturi. Kedelapan, pahala memberi makan orang berbuka puasa yang nilainya seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Kesembilan, kesempatan melaksanakan i’tikaf pada malam Lailatulqadar. Kesepuluh, dibebaskannya hamba dari api neraka.
Ia menambahkan bahwa peluang-peluang tersebut hendaknya tidak disia-siakan. “Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa peningkatan kualitas ibadah. Setiap detik di bulan ini adalah kesempatan emas,” katanya.
Penyelenggara kegiatan dari PRA Bolang menyampaikan bahwa kajian ini merupakan bagian dari program pembinaan keislaman masyarakat selama Ramadan. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan keagamaan sekaligus memotivasi warga untuk lebih optimal dalam beribadah.
Acara berlangsung dengan suasana penuh kekhusyukan. Para peserta tampak antusias mengikuti materi hingga selesai. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat ukhuwah antarjamaah.
Melalui kajian ini, PRA Bolang berharap semangat meraih “peluang emas” di bulan Ramadan dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga pada bulan-bulan berikutnya.












